Pengendalian karhutla bukan hanya persoalan memadamkan api. Kebakaran akan berdampak signifikan kepada ekosistem, hutan, keanekaragaman hayati, kemudian kesehatan masyarakat...
Bengkulu (ANTARA) - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengingatkan besarnya dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang tidak hanya menghanguskan kawasan hutan, tetapi juga mempengaruhi ekosistem, kesehatan masyarakat, dan kegiatan sosial ekonomi.
"Pengendalian karhutla bukan hanya persoalan memadamkan api. Kebakaran akan berdampak signifikan kepada ekosistem, hutan, keanekaragaman hayati, kemudian kesehatan masyarakat dan juga berdampak pada kegiatan sosial ekonomi masyarakat,” kata Staf Ahli Menteri Kehutanan (Menhut) Bidang Perubahan Iklim Haruni Krisnawati saat kegiatan rapat koordinasi pencegahan karhutla Provinsi Bengkulu, Selasa.
Haruni mengatakan dampak karhutla perlu menjadi perhatian dalam upaya pengendalian kebakaran di Provinsi Bengkulu. Penanganan karhutla, kata dia, tidak cukup hanya berorientasi pada pemadaman ketika kebakaran telah terjadi.
Menurut dia, karhutla juga memiliki dampak terhadap lingkungan karena dapat mengganggu fungsi ekosistem dan hutan. Karena itu setiap upaya mencegah terjadinya kebakaran juga berarti menjaga kawasan yang memiliki fungsi penting bagi lingkungan.
Baca juga: Kemenhut ingatkan Pemprov Bengkulu tingkatkan kesiapan hadapi karhutla
Dia mengatakan karhutla juga berdampak terhadap keanekaragaman hayati. Kerusakan akibat kebakaran perlu dicegah melalui penguatan upaya pencegahan dan pengendalian di lapangan.
Selain dampak terhadap lingkungan, Haruni menyebut kebakaran dapat memengaruhi kesehatan masyarakat. Dampak tersebut juga dapat meluas terhadap kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat yang berada di sekitar wilayah terdampak.
"Dan tentunya hal penting adalah kebakaran juga meningkatkan emisi gas rumah kaca," ujarnya.
Menurut Haruni, setiap kawasan hutan dan lahan yang berhasil dilindungi dari kebakaran memiliki arti penting dalam menjaga fungsi lingkungan. Upaya tersebut juga berkaitan dengan upaya menjaga karbon dan mendukung pencapaian target iklim Indonesia.
"Dengan itu setiap hektare hutan dan lahan yang berhasil kita lindungi dari kebakaran, juga berarti kita menjaga cadangan karbon, kita menjaga fungsi ekosistem dan juga mendukung pencapaian target iklim Indonesia,” katanya.
Baca juga: Polda Kalteng: 23 orang ditetapkan tersangka kasus karhutla
Dia menegaskan pengendalian karhutla perlu ditempatkan sebagai bagian dari upaya perlindungan lingkungan secara menyeluruh. Pencegahan menjadi penting karena dampak kebakaran dapat meluas meskipun setelah api berhasil dipadamkan.
Haruni mengatakan Kemenhut siap memberikan pendampingan dan supervisi kepada Provinsi Bengkulu dalam upaya pencegahan dan pengendalian karhutla.
"Kementerian Kehutanan tentunya kami siap memberikan pendampingan dan supervisi dalam pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan di Provinsi Bengkulu," ucapnya.
Dia kembali menekankan tiga hal yang menjadi pesan Menteri Kehutanan yakni koordinasi yang cepat, kolaborasi yang nyata, dan kepemimpinan yang mampu mengambil keputusan serta mengerahkan sumber daya ketika dibutuhkan.
"Di atas itu semua tentunya pencegahan harus menjadi prioritas kita," ujar Haruni.
Baca juga: BPBD: Sumedang jadi wilayah dengan karhutla terbanyak di Jabar
Pewarta: Boyke Ledy Watra
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.