Kemendikdasmen minta guru lebih cakap digital dibanding peserta didik

2026/09/24

Kemendikdasmen minta guru lebih cakap digital dibanding peserta didik

Kamis, 24 September 2026 17:00 WIB

Image Print

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikdasmen Nunuk Suryani menjadi pembicara kunci dalam acara Puncak Anugerah Terpujilah Guru yang diselenggarakan oleh Telkomsel di Jakarta Selatan pada Rabu (23/9/2026). (ANTARA/Hana Dewi Kinarina Kaban)

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) meminta guru untuk meningkatkan kecakapan digital agar mampu mendidik dan mengedukasi peserta didik dalam memanfaatkan perkembangan teknologi kecerdasan artifisial (KA) secara aman dan bijak.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikdasmen Nunuk Suryani mengatakan perkembangan teknologi membuat peserta didik semakin cepat beradaptasi dengan berbagai platform digital sehingga menuntut guru tidak hanya mengikuti perkembangan teknologi, namun juga memahami perilaku dan aktivitas digital peserta didik.

“Sehingga usia yang paling berbahaya itu adalah SMP, SMP kelas 2, kelas 3. Nah, yang paling penting dibekalkan adalah kenapa bapak ibu guru harus tahu? Ya, jadi harus 10 langkah juga di depan terkait dengan kecakapan digital yang dimiliki oleh anak-anak,” kata Nunuk di Jakarta pada Kamis.

Menurut Nunuk, guru setidaknya harus memiliki kecakapan digital lebih maju dibandingkan peserta didiknya, terutama untuk memahami risiko yang muncul dari penggunaan internet.

“Bagaimana mereka menyembunyikan alamat-alamat yang dark web, itu bapak, ibu guru harus tahu. Jangan salah, di handphone mereka itu sudah tersembunyi banyak sekali hal-hal yang mungkin tidak layak dilihat oleh mereka. Itulah maka kita perlu belajar atau 100 langkah bahkan di depan mereka,” ujarnya.

Ia menegaskan penguasaan teknologi digital bagi guru bukan sekadar mengikuti tren, melainkan bagian dari upaya memperkuat peran guru sebagai pendamping dan pengarah peserta didik di tengah perubahan ekosistem digital secara cepat.

“Guru perlu memahami cara kerja dan penggunaan AI sekaligus mengetahui bagaimana peserta didik memanfaatkan teknologi tersebut dalam proses pembelajaran,” tegas Nunuk.

Ia mencontohkan penggunaan platform AI seperti ChatGPT dan Gemini yang dapat membantu menyelesaikan berbagai pekerjaan dalam waktu singkat.

Kondisi tersebut, kata Nunuk, membuat guru perlu menyesuaikan cara memberikan dan menilai tugas kepada peserta didik sehingga tidak hanya berorientasi pada hasil akhir.

“Jadi bagaimana bapak, ibu guru harus tahu lebih dulu bahwa yang dibuat oleh anak-anak kita itu bukan hanya sekadar menyalin,” katanya.

Pewarta : Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026