Jakarta (ANTARA) - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyampaikan sejumlah langkah pemerintah untuk mengatasi persoalan harga telur dan daging ayam yang masih rendah di tingkat peternak, sementara harga di tingkat konsumen relatif tinggi.
Menurutnya, salah satu upaya pemerintah membantu peternak adalah memperpanjang program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) pakan hingga Desember 2026, sehingga peternak dapat memperoleh pakan dengan harga terjangkau.
"Kemudian penyerapan di SPHP ya, jadi SPHP ini sangat membantu atau MBG sangat membantu untuk penyerapan produk-produk telur dan daging (ayam)," ujar Budi di kantor Kemendag, Jakarta, Rabu.
Budi menambahkan, Kementerian Perdagangan juga telah melakukan penjajakan bisnis atau business matching antardaerah sebagai upaya menghubungkan wilayah yang mengalami surplus produksi dengan daerah yang kekurangan pasokan.
Ia mengatakan langkah tersebut terutama diarahkan untuk memenuhi kebutuhan di wilayah Indonesia bagian timur.
Budi menyebut pertemuan antarpelaku usaha dari sejumlah daerah telah dilakukan beberapa kali melalui pertemuan daring.
Pemerintah berharap distribusi telur dan daging ayam dari daerah surplus ke daerah yang membutuhkan dapat segera direalisasikan.
"Kemarin sudah berapa kali zoom meeting, mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah bisa dikirim," jelasnya.
Berdasarkan harga rata-rata nasional, harga telur saat ini berada di kisaran Rp26.000 per kilogram, sedangkan harga eceran tertinggi (HET) ditetapkan sebesar Rp30.000 per kilogram. Adapun harga ayam berada di kisaran Rp36.000 per kilogram dengan harga acuan Rp40.000 per kilogram.
Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Uploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.