Kembangkan Energi Surya Lebih dari Satu Dekade, SUN Ingin Industri Bersih Jadi Fondasi Pertumbuhan |Republika Online

2026/10/18

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Jefferson Kuesar, Direktur Power SUN mengatakan, pihaknya telah mengembangkan kisaran 500 Megawatt(MW) energi surya dengan lebih dari 400 proyek. Pada satu dekade perjalanan, industri bersih ini diharapkan menjadi fondasi bagi fase pertumbuhan berikutnya sebagai mitra elektrifikasi bagi industri

Perusahaan yang fokus mengembangkan energi terbarukan ini memperluas adopsi energi surya di sektor komersial dan industri sekaligus menjadi fondasi bagi fase pertumbuhan berikutnya sebagai mitra elektrifikasi bagi industri di Indonesia. 

Jefferson Kuesar, Director of Power SUN, menjelaskan, sejak didirikan pada 2016, perusahaan berkembang bersama meningkatnya kebutuhan industri terhadap energi yang lebih efisien, rendah karbon, dan andal. Portofolio SUN saat ini mencakup proyek di Indonesia, Australia, Vietnam, dan Thailand, termasuk pada sektor pertambangan, semen, FMCG, logistik, kertas, kemasan, elektronik, komponen otomotif, dan farmasi. 

Portofolio SUN pun mencerminkan semakin luasnya pemanfaatan energi bersih sebagai bagian dari strategi efisiensi dan daya saing industri. Berdasarkan estimasi produksi energi bersih pada 2026, proyek-proyek SUN diperkirakan berkontribusi terhadap pengurangan emisi sekitar 244.549 ton CO2 per tahun, setara dengan penanaman sekitar 4,06 juta pohon. 

“Sepuluh tahun pertama SUN menunjukkan bahwa transisi energi dapat berjalan seiring dengan kebutuhan industri terhadap efisiensi, keandalan, dan daya saing. Memasuki dekade berikutnya, kami ingin membawa pengalaman tersebut lebih jauh melalui sistem elektrifikasi yang semakin terintegrasi, dari energi bersih hingga pemanfaatannya dalam aktivitas operasional pelanggan,” ujar Jefferson Kuesar, Director of Power SUN. 

Elektrifikasi terintegrasi

Kueser mengatakan, pada fase berikutnya, SUN memperluas solusi dari pengembangan energi surya menuju sistem elektrifikasi yang lebih terintegrasi. Solusi tersebut mencakup PLTS, sistem penyimpanan dan manajemen energi, kendaraan listrik, infrastruktur pengisian daya, serta sistem digital untuk mendukung pengelolaan energi dan armada. 

Pengembangan ini diarahkan terutama pada sektor dengan kebutuhan energi dan aktivitas operasional tinggi, seperti pertambangan, perkebunan, logistik, manufaktur, kawasan industri, dan FMCG. 

Dalam elektrifikasi armada, setiap implementasi dirancang berdasarkan kebutuhan operasional pelanggan, mulai dari jenis kendaraan, pola perjalanan, jarak tempuh, kondisi medan, kebutuhan pengisian daya, hingga ketersediaan energi di lokasi. 

Melalui produk Mobility, pendekatan tersebut mencakup penyediaan kendaraan listrik, pembangunan infrastruktur pengisian daya, skema pembiayaan atau penyewaan, pemeliharaan kendaraan, serta pemantauan melalui Fleet Management System. 

Salah satu studi kasus SUN pada distributor FMCG di Jabodetabek menunjukkan bahwa penggunaan truk listrik untuk rute sekitar 50 kilometer dengan jam operasional pukul 08.00-17.00 berpotensi menghemat biaya energi hingga 83,6% per perjalanan serta menurunkan total biaya kepemilikan dan operasional sekitar 15%. Perhitungan tersebut didasarkan pada ketersediaan listrik jaringan dan pola operasional pelanggan. 

“Elektrifikasi armada perlu dirancang sebagai bagian dari sistem operasional, bukan hanya melalui penggantian kendaraan. Infrastruktur pengisian daya, pembiayaan, pemeliharaan, dan sumber energi perlu dipersiapkan secara bersamaan agar transisi dapat berjalan efektif dan terukur,” ujar Karina Darmawan, Director of Mobility SUN. 

Ke depan, SUN akan memperkuat pengembangan aset energi bersih dan elektrifikasi untuk sektor-sektor strategis. Melalui integrasi PLTS, penyimpanan energi, sistem manajemen energi, elektrifikasi armada, infrastruktur pengisian daya, serta sistem digital, SUN berupaya membantu pelanggan meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat ketahanan energi, dan mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. 

Untuk mempercepat implementasi, SUN akan terus berkolaborasi dengan pemerintah, regulator, PLN, asosiasi industri, pengelola kawasan, lembaga pembiayaan, mitra teknologi, pemasok, dan EPC.