Kembali diungkap mereka yang dapat naungan Allah di hari kiamat - ANTARA News Kalimantan Selatan

2026/09/02

Banjarmasin (ANTARA) - Tuan Guru Haji Madyan Noor Mar'ie dalam tausyiah di Masjid Assa'adah Komplek Beruntung Jaya Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) kembali mengungkapkan mereka yang mendapatkan naungan Allah pada hari kiamat. 

"Mungkin ulama-ulama atau ustadz-ustadz sudah mengungkapkan mereka yang mendapat naungan Allah pada hari kiamat. Tapi tidak salahnya kita ungkap kembali sebagai pengingat," ujar Tuan Guru Madyan dalam tausyiahnya di hadapan jamaah Masjid Assa'adah tersebut, Rabu malam. 

Mengawali tausyiahnya, Tuan Guru asal Amuntai itu mengutip Hadits Rasulullah Muhammad SAW riwayat Abu Hurairah (seorang sahabat Rasulullah SAW). 

Sebagaimana riwayat Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda; bahwa ada tujuh golongan atau kelompok yang mendapatkan naungan Allah pada hari kiamat. 

"Sementara sebagaimana keterangan Agama Islam, bahwa keadaan pada hari kiamat tersebut panasnya luar biasa sehingga semua orang mencari naungan atau meminta pertolongan. Tapi ketika itu semua orang pikirkan diri masing-masing tak bisa tolong menolong," ujar Tuan Guru Madyan. 

Namun, lanjut Tuan Guru yang lama menimba ilmu agama di Makkah dan Madinah, Arab Saudi itu, pada hari kiamat hanya ada pertolongan Allah atau lindungan Nya. 

Mengacu pada Hadits Rasulullah SAW riwayat Abu Hurairah tersebut, ketujuh golongan yang mendapatkan perlindungan Allah pada hari kiamat atau hari pembalasan/perhitungan yaitu pemimpin yang adil. 

"Kita semua sudah tahu, apa itu adil?  Tidak memihak atau berbuat/bertindak secara profesional dan proporsional," jelas keponakan almarhum KH Idham Chalid - mantan Wakil Perdana Menteri (Waperdam) II pada masa Presiden Soekarno tersebut. 

Selain itu, lanjut mantan Ketua Persatuan Qari Qari'ah DKI Jakarta tersebut, golongan mereka yang mencintai masjid. "Maksudnya selalu shalat berjamaah di masjid," jelas Tuan Guru yang mundar-mandir Banjarmasin - Jakarta mengurusi Pondok Pesantren peninggalan almarhum Idham Chalid. 

"Kemudian daripada itu golongan yang ikhlas bersedekah, sebagaimana peribahasa tangan kanan memberi, rangan kiri tidak tahu, serta seorang laki-laki yang tidak mau diajak perempuan bersetubuh tanpa nikah," demikian Tuan Guru H Madyan Noor Mar'ie. 

Tuan Guru H Madyan Noor Mar'ie saat tausyiah di Masjid Assa'adah Komplek Beruntung Jaya Banjarmasin, Rabu (2/9/2026) malam. (ANTARA/Syamsuddin Hasan)

Pewarta: Syamsuddin Hasan
Editor : Firman

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.