Kelola keuangan sejak dini dengan tabungan anak dan remaja

2026/10/06

Kelola keuangan sejak dini dengan tabungan anak dan remaja

Selasa, 6 Oktober 2026 22:31 WIB

Image Print

RCEO BNI Wilayah 17 Yogyakarta Ari Masdianto Purnomo pada media gathering di Yogyakarta. Selasa (6/10/2026). ANTARA/Ist

Yogyakarta (ANTARA) - BNI memperluas layanan perbankan bagi keluarga melalui wondrZ, tabungan khusus anak dan remaja dengan usia nol hingga 17 tahun yang terintegrasi dengan aplikasi wondr by BNI.

RCEO BNI Wilayah 17 Yogyakarta Ari Masdianto Purnomo mengatakan produk ini dirancang membantu anak mengenal kebiasaan menabung dan belajar mengelola keuangan sejak dini, sekaligus memberikan ruang bagi orang tua untuk mendampingi dan memantau aktivitas finansial anak.

"Kami ingin membantu anak mengenal cara menabung, mengelola uang, dan mulai memahami transaksi secara bertahap. Pada saat yang sama, orang tua tetap dapat mendampingi perjalanan finansial anak melalui fitur yang tersedia," katanya dalam keterangannya, Selasa.

Layanan ini menghadirkan pengalaman perbankan yang disesuaikan dengan tahapan usia anak. Rekening dapat dimiliki anak sejak usia dini, sementara anak berusia 12 tahun ke atas dapat memperoleh akses transaksi digital melalui aplikasi tersebut.

Melalui akses tersebut, anak dapat mulai belajar melakukan transaksi secara mandiri, termasuk menggunakan QRIS dan menikmati berbagai aktivitas yang tersedia pada aplikasi itu dengan tetap berada dalam pendampingan orang tua.

Di sisi lain, orang tua tetap dapat memantau aktivitas finansial anak melalui notifikasi transaksi secara real-time yang dikirimkan ke ponsel orang tua sehingga orang tua dapat mengetahui aktivitas transaksi yang dilakukan anak.

"Yang kami dorong bukan sekadar kepemilikan rekening, tetapi bagaimana anak mulai memiliki pengalaman nyata dalam mengelola uang. Orang tua tetap menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran tersebut," katanya.

Untuk membuka wondrZ, orang tua perlu menyiapkan dokumen identitas anak berupa Kartu Keluarga (KK) dan/atau Kartu Identitas Anak (KIA). Orang tua juga perlu melengkapi dokumen identitas diri berupa KTP elektronik sesuai dengan ketentuan pembukaan rekening.

Anak juga diberi kesempatan untuk belajar bertransaksi menggunakan kartu debit. Untuk transaksi melalui kartu debit, limit transaksi ditetapkan sebesar Rp500.000 per hari, sedangkan transaksi melalui aplikasi memiliki limit hingga Rp2 juta per hari.

Menurut Ari, pengembangan layanan perbankan untuk anak dan remaja memiliki nilai strategis bagi perbankan dalam membangun hubungan jangka panjang dengan nasabah.

"Anak yang sejak dini sudah terbiasa menabung, bertransaksi secara bijak, dan memahami nilai uang akan memiliki fondasi literasi keuangan yang baik. Dari sisi perbankan, ini juga merupakan bagian dari membangun hubungan jangka panjang dengan generasi muda," katanya.

Kehadiran wondrZ sekaligus membuka peluang pengembangan ekosistem keluarga, orang tua tidak hanya menjadi nasabah utama, tetapi juga dapat mengajak anak mulai mengenal berbagai layanan perbankan secara bertahap sesuai dengan usia dan kebutuhannya.

Hal ini menjadi semakin relevan di tengah meningkatnya penggunaan teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pendekatan yang melibatkan orang tua, anak dapat belajar menggunakan layanan keuangan digital secara lebih terarah dan bertanggung jawab.

Pewarta : SP
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026