Kegiatan belajar mengajardi SMA 1 Pendolo aktif kembali pascakebakaran
Selasa, 15 September 2026 16:36 WIB
Kepala Dinas Pendidikan Sulteng Firmanza mengunjungi SMA Negeri 1 Pamona Selatan di Pendolo, Kabupaten Poso, Selasa (15/9/2026). ANTARA/HO-Humas Pemprov Sulteng
Palu (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menyatakan kegiatan belajar mengajar (KBM) SMA Negeri 1 Pamona Selatan di Pendolo aktif kembali pascakebakaran pada Minggu (13/9).
“Pasca-kebakaran hari Minggu (13/9) lalu, hari ini kegiatan belajar mengajar sudah normal kembali. Kami mengalihfungsikan enam ruangan yang ada,” kata Kepala Dinas Pendidikan Sulteng Firmanza dalam keterangan tertulis di Palu, Selasa.
Dia mengaku telah mengunjungi langsung sekolah itu dan memastikan seluruh aktivitas pembelajaran telah berlangsung dengan normal.
Sebanyak enam ruangan yang masih dapat digunakan dialihfungsikan sementara menjadi ruang kelas. Ruangan tersebut terdiri atas Laboratorium Biologi untuk kelas X A, ruang PMR untuk kelas X B, ruang Pramuka untuk kelas X C, perpustakaan untuk kelas XD, ruang Seni untuk kelas XI A, serta Laboratorium Fisika untuk kelas XI B.
Selain memastikan KBM tetap berjalan, Disdik Sulteng juga melakukan koordinasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terkait dengan penanganan dan pemulihan fasilitas sekolah.
Firmanza mengungkapkan koordinasi dengan Kemendikdasmen telah dilakukan, sedangkan proses verifikasi serta validasi kondisi sekolah juga telah dilaksanakan.
Dia mengatakan verifikasi oleh Kemendikdasmen telah dilakukan pada Senin. Pemerintah selanjutnya akan mengupayakan pembangunan kembali fasilitas sekolah yang terdampak kebakaran. Ia menegaskan kondisi darurat akibat musibah tidak boleh menghentikan proses pendidikan.
Oleh karena itu, penggunaan ruangan yang ada menjadi solusi sementara agar para siswa tetap dapat mengikuti pembelajaran sembari menunggu proses pemulihan fasilitas sekolah. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Pasir Putih, Kecamatan Pamona Selatan, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, menghanguskan sekitar 50 hektare lahan gambut dan perkebunan warga.
Kebakaran terjadi sejak Sabtu (12/9), sekitar pukul 16.00 Wita. Kebakaran tersebut menghanguskan atau terdampak sekitar 50 hektare lahan terdiri atas 20 hektare lahan perkebunan dan 30 hektare lahan gambut.
Selain lahan, SMA 1 Pamona Selatan juga dilaporkan terdampak akibat kebakaran yang terus meluas. Kebakaran dipicu angin kencang yang menyebabkan api dengan cepat merambat dan meluas hingga mendekati kawasan permukiman warga serta fasilitas pendidikan.
Pewarta : Fauzi
Editor:
Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026