Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Bantu Lindungi Paru |Republika Online

2026/09/27

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --Kesehatan paru sering kali kurang mendapat perhatian, terutama di tengah kesibukan dan paparan berbagai polutan di lingkungan perkotaan. Dokter spesialis paru, dr Pankaj Chhabra, mengatakan sejumlah kebiasaan sehari-hari dapat membantu melindungi fungsi paru dan mengurangi risiko gangguan pernapasan. Berikut kebiasaan tersebut dilansir laman Hindustan Times, Ahad (27/9/2026):

1. Hindari merokok dan asap rokok

Merokok menjadi salah satu penyebab utama kerusakan paru yang sebenarnya dapat dicegah. Asap tembakau mengandung ribuan bahan kimia yang dapat mengiritasi dan merusak saluran pernapasan serta jaringan paru seiring waktu.

Paparan tersebut dapat meningkatkan risiko penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), kanker paru, dan berbagai gangguan pernapasan lainnya. Karena itu, dr Chhabra menyarankan masyarakat menghindari rokok, vape, dan berbagai bentuk tembakau lainnya.

"Tidak hanya perokok aktif yang perlu memperhatikan hal ini. Paparan asap rokok orang lain atau second-hand smoke juga perlu diminimalkan, terutama bagi anak-anak, orang lanjut usia, dan penderita asma," kata dia

2. Jaga kebersihan udara di dalam ruangan

Kualitas udara di dalam ruangan juga dapat memberikan dampak signifikan terhadap kesehatan pernapasan. Dokter Chhabra mengatakan debu, jamur, serta asap atau uap dari aktivitas memasak dapat mengiritasi saluran pernapasan.

Untuk mengurangi paparan tersebut, ia menyarankan masyarakat memastikan ventilasi yang baik saat memasak, membersihkan permukaan yang berdebu secara rutin, serta segera menangani kondisi lembap atau pertumbuhan jamur. "Penggunaan air purifier juga dapat membantu mengurangi sejumlah partikel yang terdapat di udara. Namun, alat tersebut sebaiknya menjadi pelengkap dan bukan pengganti ventilasi maupun pengendalian sumber polusi," ujar dr Chhabra.

3. Tetap aktif secara fisik

Aktivitas fisik secara rutin dapat membantu meningkatkan kebugaran kardiovaskular dan pernapasan secara keseluruhan. Menurut dr Chhabra, aktivitas seperti berjalan kaki, bersepeda, berenang, atau aktivitas intensitas sedang lainnya dapat membantu tubuh menggunakan oksigen secara lebih efisien sekaligus mempertahankan kemampuan beraktivitas.

Orang dewasa disarankan melakukan aktivitas fisik secara rutin sesuai dengan usia dan kondisi kesehatan masing-masing. Namun, bagi orang yang telah memiliki penyakit paru atau jantung, dr Chhabra menyarankan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu guna menentukan rencana aktivitas fisik yang sesuai.