Kebakaran hutan di Kolombia melonjak di tengah pemulihan pascagempa - ANTARA News Jawa Timur

2026/08/15

Istanbul (ANTARA) - Sejumlah lembaga tanggap darurat di Kolombia kini sedang menghadapi krisis di berbagai lini, yang belum pernah terjadi sebelumnya, seiring dengan meluasnya puluhan peristiwa kebakaran hutan yang masih berkobar dan menyebar dengan cepat.

Kondisi itu semakin mempersulit upaya pemulihan pasca-gempa bumi bermagnitudo 7,4 yang melanda negara itu pada awal pekan ini.

Sebanyak 344 kota telah ditetapkan sebagai status siaga merah akibat ancaman kebakaran hutan, sehingga mencerminkan lonjakan cukup drastis dalam sehari hingga mencapai 93 persen.

Kebakaran hutan di ratusan kota di Kolombia itu dipicu oleh cuaca panas ekstrem dan kondisi kering, menurut Institut Hidrologi, Meteorologi, dan Studi Lingkungan (IDEAM).

Pada Jumat (14/8), Badan Nasional Pengelolaan Risiko Bencana melaporkan puluhan titik kebakaran yang masih aktif, di mana sebagian besar terkonsentrasi di departemen Tolima, Cesar, Norte de Santander, Antioquia, Narino, dan Santander.

Pihak berwenang pun telah mengerahkan petugas pemadam kebakaran, unit militer, personel darurat, dan bantuan udara dalam upaya mendesak untuk memadamkan api.

Laporan daerah di Kolombia menyebutkan luas vegetasi, lahan pertanian, dan pemukiman yang hancur telah melampaui 11.000 hektar di berbagai wilayah.

Perkiraan kondisi lingkungan setempat juga tidak memberikan banyak harapan yang membaik.

Proyeksi IDEAM menunjukkan probabilitas 90 persen fenomena El Nino akan berlanjut hingga awal 2027, dengan anomali panas ekstrem akan mencapai puncaknya menjelang akhir tahun.

Dengan meningkatnya peristiwa kebakaran hutan tersebut sangat membebani tim tanggap darurat yang sudah dikerahkan dengan kapasitas maksimal untuk penanganan pasca-gempa pada 10 Agustus lalu.

Akibat gempa bumi tersebut, laporan resmi unit penanggulangan bencana mencatat jumlah korban tewas sebanyak 288 orang, 4.018 orang terluka, 12.504 rumah hancur, dan lebih dari 80.000 bangunan rusak.

Tim pemadam kebakaran dari berbagai departemen, termasuk Risaralda yang merupakan salah satu wilayah yang terdampak gempa, telah dikerahkan untuk memadamkan api, meskipun pihak berwenang mengakui kekurangan personel.

Situasi tanggap darurat semakin rumit karena badan manajemen risiko nasional juga memantau peningkatan aktivitas Gunung Api Purace di wilayah Cauca, sehingga memaksa pihak berwenang untuk menangani berbagai ancaman bencana alam besar secara bersamaan.

Sumber: Anadolu

Pewarta: Cindy Frishanti Octavia
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.