Kebakaran di TPAS Gunung Santri Cirebon: Api Merembet dari Lahan Gunung Leneng - ANTARA News Jawa Barat

2026/10/06

Cirebon (ANTARA) - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mengerahkan enam regu personel dan kendaraan pemadam untuk menangani kebakaran yang merembet ke Tempat Pembuangan Akhir Samph (TPAS) Gunung Santri.

Kepala DPKP Kabupaten Cirebon Dadang Suhendra di Cirebon, Selasa, mengatakan kebakaran tersebut bermula dari lahan di sekitar Gunung Leneng, perbatasan Desa Kepuh dan Kedondong, sebelum merembet ke tumpukan sampah.

“Yang terbakar sampah akibat rembetan dari lahan tadi, ya, dari lahan yang terbakar merembet ke sampah,” katanya.

Ia mengatakan masyarakat melaporkan kebakaran lahan tersebut sekitar pukul 16.00 WIB pada Senin, kemudian petugas langsung melakukan penanganan setelah api mendekati kawasan TPAS.

DPKP mengerahkan tiga regu dengan tiga kendaraan pemadam dari Sektor Sumber, Palimanan, dan Weru untuk melakukan pemadaman sejak Senin malam.

Ia menuturkan, pemadaman sempat dihentikan sekitar pukul 02.00 WIB, Selasa, karena petugas perlu beristirahat dan menghadapi kendala pasokan air di sekitar lokasi.

“Penanganan kembali dilanjutkan sekitar pukul 07.00 WIB setelah asap dan kobaran api masih terlihat di kawasan TPAS Gunung Santri,” katanya.

Menurut Dadang, kebakaran sampah sulit dipadamkan karena api dapat tetap menyala di bagian bawah tumpukan meskipun permukaannya terlihat sudah padam.

Ia menyampaikan kondisi itu kembali terlihat sekitar pukul 08.00 WIB, ketika kepulan asap hitam muncul dari tumpukan sampah yang menunjukkan masih terdapat material yang terbakar.

Petugas, kata dia, kemudian meminta bantuan dari sejumlah sektor hingga jumlah armada yang dikerahkan mencapai sekitar enam kendaraan pemadam dan enam regu pada Selasa.

Penanganan juga didukung kendaraan pemasok air dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon, sementara kebutuhan air untuk pemadaman sejak Senin malam telah mencapai lebih dari sepuluh tangki.

Dia memperkirakan area yang terbakar hanya beberapa ratus meter persegi, dari total luas TPAS Gunung Santri sekitar 4,7 hektare karena api telah cepat dilokalisasi.

Selain keterbatasan pasokan air, kata dia, medan berbukit dan terjal menjadi kendala karena menyulitkan kendaraan pemadam menjangkau sejumlah titik kebakaran.

“Untuk membantu akses kendaraan, DLH menggunakan ekskavator agar jalur di kawasan tersebut lebih aman dan tidak menyebabkan kendaraan pemadam ambles,” ucap dia.

Pewarta: Fathnur Rohman
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.