ILUSTRASI. PT Bank KB Indonesia Tbk (KB Bank), KB Bank (KONTAN/Panji Indra)
Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. KB Bank terus memperkuat dana murah berbasis current account and savings account (CASA) di tengah perlambatan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) industri dan tekanan biaya dana.
Hingga Juli 2026, DPK KB Bank tercatat sebesar Rp 45,6 triliun atau tumbuh 6,1% secara tahunan (year-on-year/yoy), melambat dari pertumbuhan 12,44% yoy pada bulan sebelumnya.
Namun begitu, pertumbuhan kali ini terutama ditopang oleh kenaikan giro dan tabungan yang masing-masing tumbuh dua digit. Yang mana, giro tumbuh 15,82% yoy menjadi Rp 9,64 triliun dan tabungan meningkat 14,42% yoy menjadi Rp 5,46 triliun.
Adapun deposito masih menjadi penyumbang terbesar DPK KB Bank dengan nilai Rp 30,49 triliun. Namun, pertumbuhannya hanya sebesar 2,06% yoy.
Dengan perkembangan tersebut, komposisi dana murah atau CASA KB Bank saat ini mencapai 33% dari total DPK, sedangkan deposito masih mendominasi dengan porsi 67%.
Baca Juga: KB Bank Catat Transaksi Trade Finance Tumbuh 62% hingga Juli 2026
Direktur Utama KB Bank, Kunardy Darma Lie menjelaskan, perlambatan pertumbuhan DPK saat ini salah satunya dipengaruhi oleh upaya perbankan menjaga efisiensi biaya dana atau cost of fund (CoF).
Kondisi tersebut terjadi terutama setelah kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia sebesar 100 basis poin sepanjang 2026. Menurutnya perbankan mau tak mau perlu mengelola komposisi sumber pendanaan secara lebih optimal.
Di sisi lain, preferensi nasabah terhadap instrumen investasi juga terus berubah seiring dengan meningkatnya ketidakpastian global dan dinamika kondisi pasar. Hal tersebut turut mempengaruhi strategi bank dalam menghimpun dana.
Meski menghadapi kondisi tersebut, Kunardy mengatakan kinerja penghimpunan dana KB Bank masih solid. Realisasi DPK hingga saat ini telah mencapai 94% dari target yang ditetapkan dalam Rencana Bisnis Bank (RBB).
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan penghimpunan dana KB Bank masih berada dalam jalur positif, didukung strategi bank untuk memperkuat struktur pendanaan secara berkelanjutan.
Baca Juga: KB Bank Siapkan Dana Rp 1,13 Triliun untuk Lunasi Obligasi Jatuh Tempo September 2026
Ke depan, KB Bank bakal terus mendorong pertumbuhan dana murah berbasis CASA transaksional. Strategi tersebut dilakukan melalui pengembangan ekosistem digital dan korporasi.
Langkah ini menjadi penting karena pertumbuhan giro dan tabungan yang lebih tinggi dapat membantu bank memperbaiki struktur pendanaan sekaligus menjaga efisiensi biaya dana.
"Untuk menjaga efisiensi biaya dana, KB Bank secara konsisten mendorong pertumbuhan dana murah berbasis CASA transaksional melalui pengembangan ekosistem digital dan korporasi," jelas Kunardy kepada Kontan, dikutip Selasa (1/9/2026).
Kunardy bilang pihaknya bakal terus mengoptimalkan komposisi pendanaan dengan memperkuat pertumbuhan CASA. Di saat yang sama, KB Bank tetap akan menjaga pertumbuhan DPK agar tetap sehat dan berkualitas sesuai dengan arah RBB.
Strategi tersebut juga menjadi bagian dari upaya KB Bank menghadapi kondisi likuiditas dan biaya dana yang masih menjadi perhatian industri perbankan sepanjang tahun ini.
Baca Juga: DPK Diproyeksi Tumbuh Melambat, KB Bank Siapkan Strategi Perkuat Dana Murah
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News