Karhutla Memperburuk Kualitas Udara, Dompet Dhuafa Gencar Bagikan Masker |Republika Online

2026/09/02

REPUBLIKA.CO.ID,KUBU RAYA–Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa membagikan masker untuk warga di Dusun Lintang Batang, Sui Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, pada Ahad (30/8/2026).

“DMC Dompet Dhuafa membagikan masker setiap harinya sejak 21 Agustus 2026 lalu. Terhitung hingga hari ini ada sekitar 1000 masker yang telah dibagikan ke warga terdampak kabut asap di wilayah Sui Ambawang,” kata Eka Suwandi, Kabag Tanggap Darurat, Pemulihan dan Rekonstruksi DMC Dompet Dhuafa.

Menurut Eka, DMC Dompet Dhuafa bersama Dompet Umat juga membuka layanan pos medis di Dusun Lintang Batang untuk melayani warga yang memiliki gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap tersebut.

“Kami juga masih turun dalam aksi pemadaman karhutla di wilayah Kubu Raya yang masih banyak terdapat titik panas. Semoga ikhtiar kami bisa membantu mengurangi beban yang diderita warga terdampak karhutla,” ujar Eka.

Kabut asap akibat karhutla di Kalimantan telah menyelimuti sejumlah wilayah sejak dua bulan terakhir. Mulai awal atau pertengahan Juli hingga Agustus 2026. Akibat kebakaran yang menghanguskan ribuan hektar lahan ini, kualitas udara di Kalimantan mencapai level yang membahayakan.

Merujuk pada Permen LHK No. 14 Tahun 2020 tentang Indeks Standar Pencemar Udara, ISPU pada rentang 0-50 memiliki kualitas udara baik, rentang 51-100 berarti kualitas udara sedang, dan rentang 101-200 kualitas udara tidak sehat yang bersifat merugikan manusia, hewan, dan tumbuhan.

Berdasarkan halaman Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada Ahad (30/8/2026) pukul 18.00 WIB terungkap bahwa indeks kualitas udara di Kalimantan Tengah sebesar 893. Sementara di Kalimantan Barat, Timur, dan Selatan, berturut-turut berada di 721, 300, dan 289. Dengan kualitas udara yang buruk itu penggunaan masker jadi kebutuhan yang darurat.

Untuk diketahui, Dompet Dhuafa adalah lembaga filantropi islam yang berkhidmat dalam pemberdayaan kaum dhuafa dengan pendekatan budaya, welasasih (filantropis) dan wirausaha sosial. Sudah berjalan lebih tiga dekade (33 tahun), Dompet Dhuafa berkontribusi menghadirkan layanan bagi pemberdayaan dan pengembangan umat melalui lima pilar program yaitu pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial kebencanaan, dakwah dan budaya, serta CSR. Dompet Dhuafa juga menerapkan tata kelola sesuai prinsip GCG (transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan kewajaran) dan memastikan organisasi berjalan sesuai regulasi, kepatuhan syariah dan ketentuan-ketentuan lainnya.