Karhutla, Dinkes Kaltara anjurkan gunakan masker berfiltrasi tinggi

2026/08/22

Karhutla, Dinkes Kaltara anjurkan gunakan masker berfiltrasi tinggi

Sabtu, 22 Agustus 2026 12:31 WIB

Image Print

Kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menyelimuti Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, Sabtu (22/7/2026). Masyarakat diimbau menggunakan masker jika beraktivitas di luar rumah. (ANTARA/Agus Salam)

Tanjung Selor (ANTARA) - Kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menyelimuti beberapa wilayah di Kalimantan Utara (Kaltara), karena itu Dinas Kesehatan (Dinkes) menganjurkan masyarakat menggunakan masker berfiltrasi tinggi saat beraktivitas di luar rumah.

“Untuk kondisi kabut asap seperti sekarang, kami menganjurkan masyarakat menggunakan masker N95. KN95 dan KF94 juga bisa digunakan karena memiliki kemampuan filtrasi yang tinggi,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kaltara Yuan Erenst Sukawatie di Tanjung Selor, Sabtu.

Yuan menjelaskan, masker tersebut memiliki kemampuan menyaring partikel berukuran sangat kecil, termasuk Particulate Matter (PM) 2,5 yang dapat masuk jauh ke dalam sistem pernapasan.

“Penggunaan masker tersebut penting untuk mengurangi paparan partikel halus yang terkandung dalam asap kebakaran,” katanya.

Masyarakat, lanjutnya, tidak dianjurkan mengandalkan masker kain atau masker medis biasa ketika kondisi udara dipenuhi asap dan partikel halus. Sebab, masker kain dan masker medis biasa tidak cukup untuk menyaring partikel PM2,5.

“Jadi, gunakan masker yang lebih rapat seperti N95, KN95 atau KF94,” pesan Yuan Erenst Sukawatie.

Dia juga mengingatkan masyarakat untuk memastikan masker terpasang dengan baik dan menutup area hidung serta mulut secara rapat. Menurutnya, paparan polusi udara dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan, terutama pada sistem pernapasan.

“Beberapa penyakit yang dapat dipicu atau diperburuk oleh polusi udara antara lain pneumonia, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), asma dan kanker paru,” ujarnya.

Kelompok rentan seperti lansia dan masyarakat yang memiliki riwayat penyakit yang sensitif terhadap polusi udara juga diminta lebih berhati-hati.

“Kelompok rentan sebaiknya membatasi aktivitas di luar rumah. Kalau memang harus keluar, gunakan masker yang sesuai dan pastikan terpasang rapat,” kata Yuan.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan rumah selama kondisi kabut asap. Lingkungan sekitar rumah dapat dibasahi dengan air agar debu tidak mudah beterbangan, sementara lantai, jendela, dan ventilasi perlu dibersihkan secara rutin.

“Kami berharap masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan bersama-sama menjaga kesehatan selama kondisi udara belum membaik,” pesannya.
Baca juga: Personel Kodim Tarakan Berhasil Padamkan Kebakaran Lahan
Baca juga: Enam Provinsi di Kalimantan dan Sumatera Jadi Prioritas Penanganan Karhutla

Pewarta : Agus Salam
Editor: Susylo Asmalyah
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.