Medan (ANTARA) - Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumatera Utara mencatat 23,26 juta kilogram lidi dengan nilai ekspor Rp197,29 miliar terhitung dari Januari hingga awal September 2026 lebih tinggi dari periode yang sama tahun 2025 Rp108,42 miliar.
Kepala Karantina Sumut N. Prayatno Ginting mengatakan lidi sawit telah berkembang menjadi salah satu komoditas yang memberikan peluang ekonomi bagi masyarakat.
"Lidi sawit kini menjangkau berbagai pasar luar negeri dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat daerah," ujar Prayatno di Medan, Rabu.
Ia melanjutkan pasar utama ekspor lidi Sumatera Utara sepanjang 2024-2026 adalah Pakistan, China, dan Vietnam.
Baca juga: BPDP dan ASPEKPIR Lepas Ekspor Perdana 28 Ton Lidi Sawit ke China
"Pakistan menjadi penyerap terbesar. Pada 2025, pengiriman lidi Sumut ke negara tersebut mencapai lebih dari 24 juta kilogram," katanya.
Selain tiga negara tersebut, ekspor lidi Sumut telah menjangkau Malaysia, Iran, Afganistan, Thailand, Nepal, Mauritius, Uzbekistan, hingga Arab Saudi.
Menurut dia, peluang tersebut harus dibarengi konsistensi pelaku usaha dalam memenuhi persyaratan negara tujuan. Karena permintaan dari negara tujuan cukup besar dan terus berkembang, tapi kunci keberlanjutan tetap pada pemenuhan persyaratan negara tujuan agar keberterimaan dan kesinambungan ekspor tetap terjaga.
Peran Karantina hadir guna memastikan setiap kilogram lidi yang diekspor bebas dari organisme pengganggu tumbuhan karantina, memenuhi persyaratan sanitasi dan mutu negara tujuan, serta menjaga kepercayaan pasar internasional terhadap produk hasil pertanian Indonesia.
Baca juga: Petani hutan Kaltim ekspor puluhan ton lidi nipah ke pasar India
Untuk mendukung layanan kepada pelaku usaha, Karantina Sumut juga memperkenalkan platform digital "Jambur" sebagai sarana transparansi data dan tata kelola pelayanan.
Karantina Sumut menegaskan setiap pengiriman tetap harus memenuhi persyaratan karantina sebelum diterbitkan Phytosanitary Certificate sebagai bagian dari pemenuhan ketentuan fitosanitari negara tujuan.
Pewarta: M. Sahbainy Nasution
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.