Kapolda Sumut: Jangan tunggu Sinabung meletus, mitigasi harus disiapkan - ANTARA News Sumatera Utara

2026/09/01

Karo (ANTARA) - Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto meminta seluruh unsur terkait tidak menunggu terjadinya erupsi besar Gunung Sinabung untuk melakukan penanganan, tetapi menyiapkan mitigasi dan evakuasi sejak dini guna mencegah jatuhnya korban jiwa.

"Jangan tunggu meletus baru siap-siap. Sejak hari ini langkah cepat, efektif, dan efisien sudah berjalan," kata Kapolda saat melakukan kunjungan ke Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Sinabung, Kabupaten Karo, Selasa (1/9/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Kapolda Whisnu yang didampingi Wakapolda Brigjen Pol. Naek Pamen Simanjuntak dan sejumlah PJU Poldasu memantau perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Sinabung sekaligus memimpin rapat koordinasi penanggulangan bencana bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Karo.

Kapolda mendapat paparan perkembangan aktivitas Gunung Sinabung, baik secara visual maupun berdasarkan data kegempaan, dari Kepala PPGA Sinabung Armen Putra.

Menurut Irjen Whisnu, aktivitas Gunung Sinabung masih bersifat dinamis sehingga seluruh unsur harus memiliki kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan terjadinya erupsi susulan maupun peningkatan aktivitas vulkanik. 

"Aktivitas Sinabung ini sifatnya sangat dinamis. Kapan erupsi susulan terjadi tidak ada yang tahu. Karena itu, kita siapkan simulasi dan mitigasi sejak awal," ujarnya.

Untuk mendukung kesiapsiagaan tersebut, Polda Sumut telah menyiagakan 172 personel gabungan dari Satuan Brimob dan Direktorat Samapta yang memiliki kualifikasi penanganan bencana alam.

Selain personel, Polda Sumut juga menyiapkan dukungan dapur lapangan dan kebutuhan penanganan darurat lainnya. Kapolres Karo dan Dandim 0205/TK diperintahkan untuk terus melakukan pelatihan serta simulasi evakuasi mandiri bersama masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak.

"Kami dari Polda Sumut dan Kodam I/BB mempersiapkan bantuan sepenuhnya kepada Pemda Karo. Apabila terjadi erupsi yang lebih besar, pimpinan daerah bersama TNI-Polri akan bergerak cepat agar tidak ada korban jiwa," katanya.

*Pemkab Karo Siapkan Skema Evakuasi
Sementara itu, Bupati Karo Antonius Ginting mengatakan pemerintah daerah bersama BPBD, TNI-Polri dan relawan telah menyiapkan sejumlah langkah untuk menghadapi dampak peningkatan aktivitas Gunung Sinabung.

Langkah tersebut antara lain melakukan penyiraman ruas jalan yang terdampak abu vulkanik di wilayah Kecamatan Berastagi, termasuk Jalan Veteran dan Jalan Jamin Ginting, untuk mengurangi paparan abu yang mengganggu aktivitas masyarakat.

Pemkab Karo juga telah menyalurkan 15.000 masker bantuan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara kepada masyarakat di wilayah terdampak abu vulkanik, termasuk Kota Berastagi dan Kecamatan Dolat Rakyat.

Di sektor pendidikan, Pemkab Karo menghentikan sementara pembelajaran tatap muka selama dua hari sekaligus menyiapkan skema belajar dari rumah bagi sekolah yang berada di wilayah berisiko.

Sekolah yang terdampak kebijakan tersebut antara lain SD 85 dan SD 86 Guru Kinayan, SD 83 dan SD 84 Payung, SD 75 Tiga Seringgid di Kuta Tengah, serta SMP Negeri 1 Atap 2 Payung.

Antonius mengatakan Pemkab Karo juga telah menyiapkan skema evakuasi apabila status Gunung Sinabung meningkat dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga).

"Berdasarkan analisis Badan Geologi, terdapat dua desa utama di radius sektoral yang akan dievakuasi, yaitu Desa Payung, Kecamatan Payung, yang diungsikan ke Jambur Desa Batukarangg, serta Desa Kuta Tengah, Kecamatan Simpang Empat, yang diungsikan ke Jambur Desa Sukatepu dan area Koperasi Desa Merah Putih," katanya.

Menurut Antonius, pemerintah daerah terus melakukan sosialisasi dan pendekatan persuasif kepada masyarakat, termasuk kepada warga yang masih enggan mengungsi karena aktivitas erupsi yang dinilai masih berfluktuasi.

Pemkab Karo bersama Forkopimda, kata dia, terus memastikan kesiapan masyarakat dan fasilitas pendukung sebagai bagian dari upaya menghadapi kemungkinan erupsi susulan.

Saat ini, satu posko utama dan armada dapur umum telah disiagakan di lapangan. Sejumlah lokasi pendukung juga tengah dipersiapkan melalui koordinasi dengan BPBD Sumatera Utara dan Kementerian Sosial.

"Kami memastikan fasilitas dasar dan kebutuhan penanganan darurat siap digunakan kapan saja apabila harus dilakukan evakuasi dalam skala lebih besar," ujar Antonius. 

Hadir juga dalam pertemuan itu Kapolres Karo AKBP Andi Haloho, Dandim 0205/TK Letkol Robert Panjaitan, Ketua DPRD Karo, Iriani br Tarigan, Wakil Bupati Komando Tarigan dan Sekda Karo Gelora Putra Ginting (*)

Pewarta: Ade Friadi

Pewarta: Ade Friadi
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.