Kapolda Kalteng sebut 22.203 hotspot terdeteksi sejak Januari, 4.920 hektare lahan terbakar
Senin, 24 Agustus 2026 10:46 WIB
Kapolda Kalteng, Irjen Pol Iwan Kurniawan, pada saat melakukan konferensi pers di Mapolda Kalteng, Senin (24/8). ANTARA/Rajib Rizali.
Palangka Raya (ANTARA) - Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah, Irjen Pol Iwan Kurniawan menyebut sebanyak 22.203 titik panas atau hotspot terdeteksi di wilayah Kalteng sejak Januari 2026 hingga saat ini.
“Untuk data terkait karhutla di Provinsi Kalimantan Tengah, dari Januari sampai dengan hari ini, hotspot kurang lebih ada 22.203 hotspot,” kata Kapolda, saat menggelar konferensi pers, Senin.
Dia mengungkapkan, dari jumlah tersebut, sebanyak 1.739 titik teridentifikasi sebagai firespot atau lokasi yang mengalami kebakaran dengan total luas lahan terbakar mencapai 4.920 hektare.
Sementara itu, khusus kondisi hari ini, tercatat 858 hotspot dengan 53 firespot dan luas areal yang terbakar mencapai 190,96 hektare.
Berdasarkan sebaran wilayah, Kabupaten Kotawaringin Timur menjadi daerah dengan luasan lahan terbakar paling tinggi, yakni sekitar 1.686 hektare.
Selanjutnya, Kabupaten Kotawaringin Barat tercatat memiliki luas lahan terbakar sekitar 508,5 hektare, sedangkan Kota Palangka Raya mencapai 484,20 hektare.
“Yang paling rendah ini ada di Barito Timur, yaitu seluas 14,7 hektare,” ucapnya.
Iwan mengatakan kondisi karhutla di Kalimantan Tengah juga perlu dilihat dalam konteks fenomena El Nino yang turut memengaruhi kondisi kemarau dan luasan lahan terbakar dari tahun ke tahun.
Ia menyebut pada 1997, ketika terjadi El Nino dengan kategori sangat kuat, luasan lahan terbakar di Kalteng mencapai hampir 2 juta hektare, sedangkan pada 2002 dengan El Nino kategori sedang tercatat sekitar 295.202 hektare.
“Pada 2006 dengan fenomena El Nino yang sedang, luasan yang terbakar kurang lebih 1.722.030 hektare, kemudian pada 2012 sekitar 183.264 hektare,” ujarnya.
Sementara itu, pada 2015 luasan lahan terbakar tercatat 583.833 hektare meskipun fenomena El Nino saat itu dikategorikan sangat lemah, sedangkan pada 2019 mencapai 317.749 hektare dengan El Nino kategori lemah dan pada 2023 sekitar 165.896 hektare dengan kategori sedang.
Iwan menyebut, pada 2026 fenomena El Nino berada pada kategori sangat kuat dan pemerintah bersama seluruh unsur terkait terus berupaya menekan pertambahan luasan lahan terbakar.
“Saat ini di tahun 2026 dengan El Nino yang sangat kuat, sampai hari ini luasan yang terbakar sebesar 7.634 hektare. Kita berharap mudah-mudahan bisa kita atasi dan kita tekan supaya tidak terlalu bertambah,” ungkapnya.
Dalam penanganan karhutla, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bersama TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api serta seluruh pemangku kepentingan tergabung dalam Satuan Tugas Penanganan Karhutla dengan kekuatan sekitar 10.700 personel.
Untuk memperkuat penanganan di wilayah yang dinilai membutuhkan perhatian, Polda Kalimantan Tengah sebelumnya juga menggelar Operasi Aman Nusa dengan menambah personel di lima kabupaten/kota.
Pewarta : Rajib Rizali
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.