Jakarta (ANTARA) - Kapal MV Doulos Hope yang sudah bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, dan membawa 2.000 buku menunda jadwal operasional perpustakaan terapung tersebut karena kendala perizinan.
“Pembukaan untuk umum yang semula dijadwalkan pada Rabu (16/9), harus ditunda karena masih menunggu penyelesaian administrasi akhir,” kata Direktur Pelaksana Doulos Hope dari Afrika Selatan Trizenia September di Jakarta, Jumat.
Dia mengatakan pameran buku di atas kapal tersebut baru dapat dibuka untuk umum setelah seluruh proses administrasi selesai.
“Tanggal pembukaan terbaru akan diumumkan dalam waktu dekat," ujar Trizenia.
Setelah resmi dibuka, kata dia, pengunjung dapat menikmati pengalaman membaca sekaligus menjelajahi koleksi buku di atas kapal. Koleksi tersebut mencakup berbagai tema, antara lain sains, kesehatan, seni, bahasa, pengembangan diri, hobi, memasak, olahraga, buku anak, akademik, kamus, dan atlas.
"Dengan adanya pilihan yang beragam, seluruh anggota keluarga dapat menemukan buku yang menarik untuk dinikmati," tutur Trizenia.
Informasi terbaru mengenai jadwal pembukaan dan tiket akan disampaikan melalui akun media sosial resmi Doulos Hope Indonesia di media sosial.
"Kami berharap kunjungan ini dapat membawa semangat dan harapan bagi masyarakat Jakarta. Semoga kehadiran Doulos Hope semakin mempererat hubungan yang terjalin serta membuka peluang berbagi pengetahuan, bantuan, dan harapan bersama," ungkap Trizenia.
Lebih lanjut, dia menyebutkan untuk mengunjungi kapal tersebut, masyarakat terlebih dahulu harus melakukan proses check-in di Gelanggang Remaja Jakarta Utara (GRJU).
Kemudian, pengunjung menggunakan layanan bus antar-jemput atau shuttle bus yang disediakan menuju lokasi kapal di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok.
"Layanan kunjungan dibuka Selasa hingga Minggu pukul 13.30-21.00 WIB. Pengunjung dapat memasuki lokasi paling lambat pukul 20.30 WIB. Sementara itu, layanan ditutup setiap Senin," papar Trizenia.
Baca juga: UNRAM dorong kelompok marjinal Lingsar naik kelas melalui literasi akuntansi
Tiket masuk, sambung dia, dibanderol seharga Rp15.000 per orang, dengan sistem pembayaran secara tunai. Khusus anak berusia 12 tahun ke bawah dan lansia berusia 65 tahun ke atas, tidak dikenakan biaya masuk.
"Anak-anak tetap wajib didampingi orang dewasa dan mengikuti ketentuan tiket yang berlaku," imbuh Trizenia.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Jakarta Utara Fredy Setiawan mengatakan kehadiran kapal tersebut menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan pengetahuan dan pengalaman baru melalui buku.
Dia menegaskan buku adalah jendela dunia dan iterasi merupakan investasi bagi masa depan.
“Semakin banyak generasi muda membaca, belajar, dan mengenal dunia, semakin besar peluang mereka menjadi pribadi kreatif, inovatif, dan mampu bersaing secara global," pungkas Fredy.
Pewarta : Mario Sofia Nasution
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026