Kaltim luncurkan SDGs Business Registration guna perkuat UMKM - ANTARA News Kalimantan Timur

2026/09/29

Samarinda, Kaltim (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur meluncurkan program SDGs Business Registration bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Samarinda, sebagai langkah strategis memperkokoh fondasi perekonomian masyarakat.

Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Sri Wahyuni di Samarinda, Selasa, mengatakan penguatan ekonomi tidak hanya dilakukan melalui kebijakan makro dan belanja pemerintah, tetapi juga harus diimbangi dengan penguatan ekonomi di tingkat tapak atau masyarakat.

Menurut dia, SDGs Business Registration atau Business Registration System/BRS SDGs) adalah sistem pendaftaran bisnis berbasis digital yang dirancang untuk mendata, mengukur, dan mengintegrasikan kontribusi pelaku usaha khususnya UMKM ke dalam agenda tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).

Program ini merupakan inisiatif hasil kolaborasi antara pemerintah daerah, Bappenas, dan lembaga pembangunan internasional seperti JICA (Japan International Cooperation Agency).

"Kegiatan ini memiliki makna yang sangat penting bagi Kalimantan Timur, yaitu dalam upaya memperkuat fondasi ekonomi di tingkat masyarakat. Jika belanja pemerintah berfungsi memperkuat ekonomi makro, maka kita juga memerlukan penguatan di tingkat mikro," kata Sri Wahyuni saat peluncuran SDGs Business Registration bagi UMKM di Ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda.

Ia menilai UMKM telah terbukti menjadi sektor usaha masyarakat yang tangguh dalam menghadapi berbagai dinamika ekonomi.

Pengalaman saat pandemi COVID-19 menjadi salah satu bukti bahwa UMKM mampu bertahan, bahkan tetap tumbuh di tengah tekanan ekonomi.

Meski sebagian pelaku usaha terdampak pandemi, pengalaman tersebut menjadi pembelajaran penting bahwa pengembangan UMKM secara serius merupakan bagian dari upaya membangun fondasi ekonomi masyarakat yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Sri menjelaskan pengembangan UMKM juga memiliki keterkaitan erat dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

Jika sebelumnya pembangunan global diarahkan melalui Millennium Development Goals (MDGs), saat ini agenda pembangunan bergerak menuju pencapaian SDGs yang mencakup berbagai aspek, termasuk penciptaan lapangan kerja, penguatan kegiatan ekonomi produktif, peningkatan inovasi, dan produktivitas.

"Di sinilah peran UMKM menjadi sangat penting. Usaha yang digerakkan oleh masyarakat ini menjadi ruang penting dalam penciptaan lapangan kerja, termasuk di sektor informal, serta memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian Kalimantan Timur," jelasnya.

Sri mengakui sebagian UMKM di Kaltim selama ini masih menjalankan usaha dengan pola konvensional dan berbasis kekeluargaan. Namun, seiring dukungan berbagai pihak, UMKM mulai berkembang dan semakin terbuka terhadap berbagai aspek pengelolaan usaha, mulai dari akses pembiayaan, pemasaran, penguatan proses bisnis, manajemen usaha hingga kebutuhan tenaga kerja.

Karena itu, menurutnya, SDGs Business Registration menjadi salah satu pintu masuk untuk membangun ekosistem usaha yang lebih kuat sekaligus membuka akses dan peluang yang lebih luas bagi pelaku UMKM.

"Kehadiran SDGs Business Registration ini adalah langkah awal yang sangat penting. Melalui pendaftaran dan pembinaan, kita ingin memastikan bahwa produk dan merek yang dihasilkan benar-benar merepresentasikan karya kreatif UMKM dan pengrajin asli Kalimantan Timur," katanya.

Sri berharap produk-produk UMKM Kaltim tidak hanya mampu bersaing dan dikenal di tingkat lokal maupun regional, tetapi juga dapat menembus pasar nasional. Proses pendaftaran bisnis menjadi bagian penting untuk membangun kepercayaan, memberikan perlindungan terhadap produk dan merek, sekaligus menciptakan fondasi yang lebih kokoh bagi keberlanjutan usaha.

"Langkah pertama untuk mewujudkan hal itu adalah melalui pendaftaran bisnis ini, sebagai pintu masuk utama untuk memperkuat kepercayaan, melindungi keaslian produk, dan membangun fondasi yang kokoh bagi perkembangan usaha ke depannya," sebut Sri Wahyuni.

Pewarta: Arumanto
Editor : M.Ghofar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.