Kaltim arahkan peternak kuasai rantai nilai usaha ayam - ANTARA News Kalimantan Timur

2026/09/15

Samarinda (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengarahkan peternak ayam di Kabupaten Penajam Paser Utara menguasai rantai nilai usaha dari penyediaan pakan hingga pengolahan hasil ternak agar tidak hanya bergantung pada kegiatan budidaya.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kalimantan Timur Arief Murdiyatno di Samarinda, Senin, mengatakan pengembangan usaha secara terintegrasi diperlukan agar peternak memiliki ruang lebih besar untuk mengendalikan biaya produksi sekaligus memperoleh nilai tambah dari hasil peternakan.

Salah satu komponen yang menjadi perhatian adalah pakan karena menyerap sekitar 60–70 persen dari total biaya operasional peternakan.

“Melalui bimbingan teknis ini, para peternak dibekali kemampuan teknis untuk menyusun formulasi pakan berkualitas secara mandiri dengan memanfaatkan potensi bahan baku lokal di sekitar lingkungan mereka,” kata Arief.

Menurut dia, kemampuan memformulasikan pakan menggunakan bahan baku lokal memberikan alternatif bagi peternak dalam memenuhi kebutuhan input produksi yang selama ini menjadi komponen terbesar dalam struktur biaya usaha.

Upaya tersebut dilakukan DPKH Kalimantan Timur bersama Kementerian Pertanian melalui pendampingan teknis usaha ayam terintegrasi di Balai Penyuluh Pertanian Petung, Kabupaten Penajam Paser Utara, yang diikuti peternak ayam petelur dan pedaging.

Pendampingan tidak hanya mencakup aspek budidaya, tetapi juga formulasi pakan dan pengolahan hasil peternakan sehingga kegiatan ekonomi peternak dapat menjangkau bagian hulu hingga hilir.

“Kami ingin peternak lokal agar tidak hanya berfokus pada proses budidaya hulu, tetapi juga terampil mengolah hasil produksi menjadi komoditas olahan yang bernilai tambah tinggi,” ujar Arief.

Ia mengatakan pengolahan hasil memberikan peluang bagi peternak untuk memperoleh nilai ekonomi tambahan dibandingkan apabila seluruh produksi hanya dipasarkan dalam bentuk produk primer.

Dengan demikian, pola usaha terintegrasi diarahkan pada dua sisi, yakni meningkatkan kemampuan peternak mengelola komponen biaya terbesar melalui formulasi pakan berbahan lokal serta memperluas sumber pendapatan melalui pengolahan hasil.

Selain pakan, pemerintah daerah melakukan pengawasan terhadap mutu anak ayam umur sehari atau day old chick (DOC) di tingkat pembenihan untuk menjaga kualitas bibit yang digunakan dalam proses produksi.

Menurut Arief, kualitas bibit dan pengelolaan pakan menjadi bagian penting dalam menentukan produktivitas dan keberlanjutan usaha ayam petelur maupun pedaging.

“Penjaminan kualitas bibit yang aman dan penekanan biaya pakan secara efektif akan membentuk ekosistem peternakan rakyat yang jauh lebih mandiri serta tahan menghadapi gejolak harga pasar,” katanya.

Pengembangan usaha peternakan lokal juga diarahkan untuk menangkap permintaan protein hewani masyarakat Kalimantan Timur sehingga kebutuhan pasar daerah dapat menjadi peluang ekonomi bagi peternak setempat.

Arief mengatakan transformasi usaha dari budidaya menuju pengelolaan rantai nilai yang lebih panjang diharapkan meningkatkan bagian nilai ekonomi yang dapat dinikmati peternak.

“Pemerintah provinsi berkomitmen penuh mengawal transformasi rantai usaha peternakan ini agar mampu meningkatkan pendapatan keluarga peternak sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah,” ujar Arief.

Pewarta: Ahmad Rifandi
Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.