Jakarta (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (KAI) segera menutup sebanyak 1.404 perlintasan sebidang dengan portal otomatis dengan anggaran mencapai Rp1,1 triliun, dan ini upaya meminimalkan kecelakaan.
"Target kami itu di tahun 2027 itu 1.404 JPL ( jalan perlintasan langsung) ini akan dipasang portal otomatis semua," kata Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin di Jakarta, Rabu (23/9).
Menurut dia, penutupan JPL tersebut merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan keamanan masyarakat dan kelancaran perjalanan kereta api.
Bobby mengatakan bahwa anggaran untuk pembuatan portal otomatis di 1.404 JPL mencapai Rp1,1 triliun dan saat ini pemasangan portal terus dilakukan di semua titik perlintasan sebidang.
Dalam waktu dekat kata Bobby terdapat 190 JPL dengan portal otomatis yang akan dioperasikan setelah berhasil melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar.
"Kami juga sudah berkoordinasi dengan pemerintah, di mana ini sudah dianggarkan nilainya Rp1,1 triliun untuk pemasangan portal otomatis di 1.404 JPL," ujarnya.
Bobby mengaku, penutupan JPL memang mengalami sejumlah kendala terutama dari masyarakat sekitar JPL yang menjaga perlintasan sebidang secara swadaya.
Namun, demi keamanan semua KAI kata dia terus berupaya memberikan sosialisasi kepada masyarakat sekitar agar perlintasan sebidang itu dapat dibenahi supaya bisa mengurangi angka kecelakaan.
"Terus terang hambatannya itu masyarakatnya, terutama JPL ini yang dioperasikan dari swadaya karena mereka memungut (uang) ketika ada yang melintas dan ini terus kami sosialisasikan," katanya menambahkan.
Baca juga: KAI perkuat keselamatan perlintasan sebidang di Sumatera Utara
Baca juga: Mobilitas Makin Besar, KAI Terapkan Pendekatan “Safety at Scale” pada Perlintasan Sebidang
Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.