Kabupaten Sigi perkuat pendidikan keagamaan ciptakan generasi berakhlak
Sabtu, 3 Oktober 2026 09:20 WIB
Sebanyak 121 peserta didik SDIT Insan Gemilang Sigi mengikuti Haflah Tasyakkur Fi Hifdzil Quran di Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), Sabtu (3/10/2026). ANTARA/Moh Salam
Kota Palu (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng) berkomitmen memberikan perhatian penuh terhadap penguatan pendidikan keagamaan dan pembinaan generasi muda untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) yang berakhlak mulia di daerah tersebut.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sigi Hadjar Modjo mengatakan pembangunan generasi penerus yang unggul tidak hanya berfokus pada kecerdasan intelektual, melainkan juga harus diimbangi dengan keteguhan iman dan karakter yang baik.
"Kabupaten Sigi membutuhkan generasi yang tidak hanya pintar, tetapi juga memiliki hati yang baik, berilmu sekaligus beriman, serta mampu bersaing dengan tetap menjunjung tinggi nilai persaudaraan," kata Hadjar saat kegiatan Haflah Tasyakkur Fi Hifdzil Quran SDIT Insan Gemilang di Kota Palu, Sabtu.
Ia menuturkan upaya membangun generasi berkarakter Al Quran merupakan bagian penting dari strategi pembangunan SDM di daerah tersebut.
Menurut dia, pemerintah daerah tidak dapat berjalan sendiri dalam mewujudkan hal tersebut.
"Tentunya pembangunan generasi muda merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah, orang tua, guru, ulama, hingga tokoh masyarakat," ucapnya.
Ia mengemukakan ke depan pemerintah daerah terus mendorong dalam menciptakan lingkungan sosial yang kondusif agar anak-anak tumbuh dekat dengan masjid, guru, dan orang tua, serta terhindar dari berbagai pengaruh negatif yang dapat merusak masa depan.
"Kami berpesan kepada para penghafal Al Quran agar tidak sekadar menjadikan hafalan sebagai ingatan, tetapi menunjukkannya dalam perilaku sehari-hari seperti bersikap santun, menghormati orang tua, dan menjadi pribadi yang jujur serta amanah," sebutnya.
Sementara itu Kepala Sekolah SDIT Insan Gemilang Sigi, Nur Hasanah menjelaskan bahwa keberhasilan seorang anak dalam menghafal Al Quran tidak hanya diukur dari banyaknya ayat yang dihafal, melainkan harus tercermin dalam sikap, akhlak, dan perilaku sehari-hari.
"Menghafal Al Quran bukan hanya tentang berapa banyak ayat yang mampu dihafalkan. Keberhasilan itu harus tercermin dalam akhlak, seperti lisan yang terjaga, hati yang lembut, mudah memaafkan, serta hormat kepada orang tua dan guru," kata Nur Hasanah.
Ia menyebutkan pembentukan karakter anak penghafal Al Quran juga memerlukan peran aktif dan dukungan penuh dari lingkungan keluarga.
"Harapannya ke depan rumah bisa menjadi tempat yang dekat dengan Al Quran, target kita bukan sekadar mencetak anak yang hafal Al Quran, melainkan membangun generasi yang benar-benar hidup bersama Al Quran," ujarnya.
Pewarta : Moh Salam
Editor:
Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026