Kabupaten Parigi Moutong minta bantuan BNPB sarana siaga darurat karhutla

2026/09/26

Kabupaten Parigi Moutong minta bantuan BNPB sarana siaga darurat karhutla

Sabtu, 26 September 2026 11:18 WIB

Image Print

Arsip- Petugas menyemprotkan air dari pompa punggung untuk memadamkan api di kebun warga yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Santigi, Kabupaten Parigi Moutong, Rabu (16/9/2026). (ANTARA/HO-BPBD Parigi Moutong)

Parigi, Sulteng (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong (Pemkab Parimo) meminta bantuan sejumlah peralatan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mendukung sarana dan prasarana dalam pelaksanaan siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan di kabupaten itu.

"Kekeringan dan kebakaran masih terus terjadi. Kami membutuhkan peralatan tambahan guna menunjang kegiatan pengendalian dampak kekeringan di lapangan," kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong Moh Rivai di Parigi, Jumat.

Ia menjelaskan Bupati Parigi Moutong telah membuat surat permohonan bantuan ditujukan kepada BNPB dengan rincian kebutuhan mobil tanki air tiga unit, Alat Pelindung Diri (APD) kebakaran lima set, tandon air kapasitas 5.000 liter 25 unit, paket sembako dan hygen kit masing-masing 250 paket, serta sumur bor untuk lima titik.

Berdasarkan data BPBD setempat, 4.691 hektare lahan mengalami kekeringan, kemudian 234,96 hektare hutan dan lahan terdampak kebakaran dengan jumlah warga terdampak 1.687 Kelapa Keluarga (KK).

"Dampak peristiwa itu akumulasi sejak Januari hingga September 2026," ujarnya.

Ia mengemukakan dari fenomena El Nino itu menjadi peristiwa dengan dampak terparah sepanjang sejarah Parigi Moutong.

Saat ini satuan tugas (satgas) siaga darurat karhutla dan kekeringan terus melakukan pemantauan terhadap wilayah-wilayah yang rentan terhadap kebakaran, termasuk membantu distribusi air bersih ke desa-desa yang mengalami kekeringan.

"Posko siaga darurat kami tempatkan di Kecamatan Bolano guna memudahkan mobilisasi bantuan, terutama air bersih ke wilayah-wilayah terdampak," ucap Rivai.

Khusus distribusi air bersih, kata dia, tim siaga darurat menyuplai air 4 ribu hingga 8 ribu liter per hari ke sejumlah desa.

Ia mengimbau masyarakat jangan melakukan pembakaran saat membuka lahan baru, karena pelaku pembakaran dampak dijerat pidana berat, baik karena kesengajaan maupun akibat kelalaian berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH).

"Langkah-langkah mitigasi yang perlu dilakukan saat ini membersihkan lahan kebun bila telah dipenuhi semak, jangan membakar sampah sembarangan dan saling mengingatkan sesama warga untuk menjaga lingkungan," kata dia.

Pewarta : Mohamad Ridwan
Editor: Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026