Juara FIFA ASEAN Cup Jadi Modal ke Piala Asia 2027, Calvin Verdonk: Jepang Level Berbeda

2026/10/06

Selasa, 6 Oktober 2026 - 07:05 WIB

Jakarta, VIVA – Timnas Indonesia baru saja mencatat sejarah dengan menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026. Namun, bagi Calvin Verdonk, trofi tersebut bukan akhir dari perjalanan. Gelar juara justru menjadi bekal penting sebelum skuad Garuda menghadapi tantangan yang jauh lebih berat di Piala Asia 2027.

Baca Juga

Indonesia memastikan trofi perdana FIFA ASEAN Cup setelah mengalahkan Thailand lewat drama adu penalti 4-2 pada final di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin, 5 Oktober 2026. Pertandingan berlangsung ketat hingga 120 menit dan berakhir 2-2 sebelum Indonesia keluar sebagai pemenang melalui titik putih.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menariknya, Thailand bukan sekadar lawan di final. Tim Gajah Perang juga akan kembali menjadi lawan Indonesia di Piala Asia 2027. Kedua negara tergabung di Grup F bersama Jepang dan Qatar.

Baca Juga

Situasi tersebut membuat kemenangan atas Thailand di final FIFA ASEAN Cup memiliki arti lebih bagi Verdonk. Bek Lille itu melihat pertandingan tersebut sebagai pengalaman penting sebelum Indonesia berhadapan dengan tim-tim papan atas Asia.

"Itu sebabnya pertandingan ini penting karena Thailand berada di grup yang sama dengan kami, begitu juga Jepang," kata Verdonk kepada wartawan di mixed zone SUGBK.

Baca Juga

Piala Asia 2027 akan menjadi ujian dengan level berbeda. Jika Indonesia mampu menjadi juara di kawasan Asia Tenggara, tantangan berikutnya adalah membuktikan diri ketika menghadapi tim-tim dengan kualitas lebih tinggi.

Verdonk pun tidak menutup mata terhadap kekuatan Jepang. Ia mengakui Samurai Biru berada satu tingkat di atas Indonesia, tetapi bukan berarti peluang Garuda untuk lolos dari fase grup tertutup.

"Kami punya peluang menghadapi Thailand dan Qatar. Kami juga punya peluang melawan Jepang, tetapi mereka berada di level yang berbeda," ujar pemain berusia 29 tahun tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pengakuan itu menunjukkan Verdonk tidak ingin Indonesia terlena setelah mengangkat trofi FIFA ASEAN Cup. Menurutnya, skuad Garuda masih memiliki pekerjaan rumah yang harus diselesaikan sebelum tampil di Piala Asia.

Indonesia memang mendapatkan suntikan kepercayaan diri setelah mengakhiri penantian panjang selama 35 tahun tanpa trofi. Kemenangan atas Thailand juga menjadi momen penting karena Indonesia akhirnya mampu menaklukkan rival tersebut sekaligus mengangkat gelar di hadapan puluhan ribu pendukung di SUGBK.

Halaman Selanjutnya

Namun, Verdonk menilai performa Indonesia pada final masih jauh dari sempurna. Ia tidak terlalu mempermasalahkan kegagalan timnya menuntaskan pertandingan ketika Thailand harus bermain dengan 10 pemain setelah Nicholas Mickelson menerima kartu kuning kedua pada menit ke-81.