Sebelum bertemu masyarakat, rombongan yang dipimpin Pelatih Timnas Spanyol, Luis De La Fuente, lebih dulu mendapat undangan khusus ke Istana Zarzuela.
Raja Felipe VI bersama Ratu Letizia, Putri Leonor, dan Putri Sofia menyambut langsung para pemain serta jajaran tim pelatih.
Dalam kesempatan tersebut, Raja Felipe VI menyampaikan apresiasi atas perjuangan skuad La Roja sepanjang turnamen Piala Dunia 2026.
Menurutnya, para pemain menunjukkan karakter juara lewat semangat pantang menyerah yang dipadukan dengan kualitas permainan yang tinggi.
"Anda telah menunjukkan ketangguhan, daya juang, dan keberanian, yang selalu didukung oleh kemampuan teknik, penguasaan, dan kendali permainan, memadukan pikiran dan hati," ujar Raja Felipe VI dikutip dari AFP.
Suasana hangat terlihat ketika sang Raja menyalami satu per satu pemain Spanyol. Ia bahkan memeluk bintang muda Lamine Yamal yang tampil impresif sepanjang Piala Dunia 2026.
https://www.akurat.co/bola/874941/deretan-peraih-penghargaan-piala-dunia-2026-rodri-terbaik-pau-cubarsi-pemain-muda-paling-bersinar
Usai menghadiri jamuan di istana, skuad Spanyol melanjutkan agenda dengan menemui Perdana Menteri Pedro Sanchez di Istana Moncloa.
Setelah itu, para pemain mengikuti parade menggunakan bus beratap terbuka mengelilingi pusat Kota Madrid yang telah dipenuhi lautan suporter sejak pagi hari.
Gelandang andalan Spanyol, Rodri, mengaku momen tersebut menjadi pengalaman yang sulit dilupakan.
Baginya, mengangkat trofi Piala Dunia bersama negara sendiri merupakan pencapaian tertinggi dalam karier seorang pesepakbola.
"Saya selalu mengatakan bahwa menjuarai turnamen bersama negara sendiri adalah hal terindah, terlebih lagi jika itu Piala Dunia," ucap Rodri.
Rodri juga mengungkapkan bahwa generasinya tumbuh dengan menyaksikan Iker Casillas dan Andres Iniesta membawa Spanyol meraih kejayaan. Kini, giliran mereka yang berhasil mengukir sejarah serupa.
Sementara itu, Ferran Torres yang menjadi pencetak gol kemenangan Spanyol pada laga final mengaku sangat terharu melihat antusiasme masyarakat.
Menurutnya, kebahagiaan para pendukung, khususnya anak-anak, menjadi hadiah tersendiri setelah perjuangan panjang di turnamen.
"Saya sangat senang melihat antusiasme semua anak-anak dan bisa mengikuti parade serta merayakannya bersama seluruh rakyat Spanyol," kata Torres.
Di sisi lain, Perdana Menteri Pedro Sanchez optimistis era emas sepakbola Spanyol belum berakhir.
Ia bahkan berharap La Roja mampu mempertahankan prestasinya hingga Piala Dunia 2030 saat Spanyol menjadi salah satu tuan rumah bersama Portugal dan Maroko.
"Dua final, dua gelar. Mengapa tidak bermimpi meraih gelar ketiga pada 2030, apalagi Spanyol menjadi tuan rumah?" ujar Sanchez.
Optimisme itu bukan tanpa alasan. Mayoritas skuad Spanyol saat ini masih dihuni pemain-pemain muda yang telah membuktikan kualitasnya dengan menjuarai Euro 2024 dan Piala Dunia 2026.
Generasi baru La Roja pun dinilai memiliki peluang besar untuk terus mendominasi sepakbola dunia dalam beberapa tahun ke depan.