Jreng.. Trump Minta Zelenskiy Diganti dari Kursi Presiden Ukraina

2026/10/11

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyerukan agar Ukraina mengganti pemimpinnya, Presiden Volodymyr Zelenskiy. Ia bahkan mengecam keras serangan Ukraina terhadap infrastruktur minyak Rusia.

Seruan ini muncul Sabtu waktu setempat, sehari setelah ia mengumumkan kesepakatan pasokan diesel dengan Rusia yang memicu kecaman keras dari Zelenskiy. Dalam salah satu kritik paling tajamnya terhadap Gedung Putih, Zelenskiy mengaitkan keputusan AS itu dengan serangan Rusia yang menewaskan 20 orang termasuk 3 anak-anak di kota Zaporizhzhia, Ukraina, Sabtu.

Perlu diketahui, lonjakan tajam harga diesel global, yang terjadi setelah pecahnya perang Iran pada bulan Februari, telah menjadi beban politik bagi Partai Republik pimpinan Trump menjelang pemilihan paruh waktu bulan depan, di mana Partai Demokrat (oposisi) berpotensi menguasai salah satu atau kedua majelis Kongres AS. Ini berbahaya bagi Trump karena berpotensi menggoal-kan upaya pelengserannya melalui proses impeachment.

"Saya rasa sudah saatnya Ukraina memiliki presiden baru," ujar Trump kepada wartawan di Gedung Putih, seraya menyebut bahwa Zelenskiy telah mengganggu pasokan diesel global melalui serangan terhadap kilang-kilang minyak Rusia, dikutip CNBC International.

"Dia ingin menyulitkan para petani dan peternak kita terkait bahan bakar diesel, karena Rusia memasok sebagian besar kebutuhan diesel dunia," tegasnya.

Sebelumnya pada hari yang sama, Zelenskiy menyatakan bahwa pengumuman Trumpmengenai kesepakatan diesel dengan Presiden Rusia Vladimir Putin telah membuat Moskow semakin berani. Sebaliknya, Kyiv mendesak Washington untuk menekan Moskow agar bersedia melakukan negosiasi serius guna mengakhiri perang yang telah berlangsung selama 4,5 tahun tersebut.

"Hari ini, Rusia membalas pencabutan sanksi ekspor solar dengan menjatuhkan lima bom luncur (glide bombs) ke bangunan tempat tinggal di Zaporizhzhia," ujar Zelenskiy.

"Peristiwa semalam kembali menegaskan bahwa Rusia menganggap setiap pelonggaran tekanan sebagai sinyal bahwa mereka bisa terus berperang dan terus menjatuhkan bom ke berbagai kota. Diperlukan sinyal yang berbeda," tambahnya.

Kota Zaporizhzhia di Ukraina selatan kerap menjadi sasaran serangan Rusia. Bahkan intensitas serangan yang meningkat dalam beberapa bulan terakhir.

Pada hari Sabtu, seorang anak perempuan berusia 6 tahun termasuk di antara korban tewas di Zaporizhzhia ketika sebuah serangan menghancurkan sebagian blok apartemen hingga rata dengan tanah. Kakeknya, Anatoliy Chumniy, berdiri sambil terisak di dekat jenazah cucunya yang terbaring di tanah dalam kantong jenazah putih, setelah tim penyelamat mengevakuasinya dari reruntuhan.

"Seharusnya dia berulang tahun pada akhir bulan ini," ucapnya sembari menahan tangis.

Ini merupakan serangan ketiga yang menimbulkan banyak korban jiwa di Ukraina dalam pekan ini. Hampir 80 warga sipil tewas akibat serangan Rusia pada hari Rabu dan Kamis, termasuk sedikitnya 30 orang yang tewas akibat bom di kota garnisun Kramatorsk (Ukraina timur) dan 22 orang lainnya akibat serangan rudal di kota Pryluky, yang terletak sekitar 130 km (80 mil) di sebelah timur Kyiv.

Kesepakatan terkait solar tersebut juga menuai kritik dari para anggota parlemen AS, termasuk dari rekan sesama anggota Partai Republik pendukung Trump, anggota DPR Don Bacon. Ia menyatakan bahwa saat ini seharusnya sanksi tambahan yang baru saja disahkan oleh Kongres diterapkan, bukan justru dicabut.

Para analis menilai kesepakatan tersebut kecil kemungkinannya akan menghasilkan penurunan harga bahan bakar yang berkelanjutan, mengingat volume ekspornya masih jauh lebih rendah dibandingkan jumlah ekspor normal Rusia saat kilang-kilangnya tidak sedang diserang.

Sekutu AS Berbalik Mengecam Trump

Sementara itu, Perdana Menteri (PM) Inggris Andy Burnham berbicara dengan Zelenskiy. Ia menyatakan bahwa Inggris akan memperketat sanksi terhadap Rusia.

Hal ini disampaikan oleh juru bicara Downing Street. Ia menambahkan bahwa kedua pemimpin tersebut akan bertemu secara langsung dalam waktu dekat.

Serangan terbaru ini terjadi setelah adanya pembicaraan antara pejabat Ukraina dan Eropa dengan negosiator AS di Miami pada hari Jumat, yang bertujuan menyusun usulan bersama untuk mengakhiri perang, menurut seseorang yang mengetahui diskusi tersebut. Trump mengumumkan kesepakatan terkait pasokan diesel di tengah berlangsungnya negosiasi, sebuah langkah yang menurut Zelenskiy mengejutkan pihak Kyiv.

Delegasi Ukraina sendiri sedang dalam perjalanan pulang pada hari Sabtu, demikian pernyataan ajudan presiden Dmytro Lytvyn sebagaimana dikutip oleh kantor berita Interfax Ukraine. Setelah melakukan pembicaraan telepon dengan Trump pada hari Jumat, Putin menyatakan bahwa kecil kemungkinannya pembicaraan damai akan segera dilanjutkan, dengan alasan adanya serangan pesawat nirawak (drone) Ukraina terhadap Moskow.

Negosiator AS Steve Witkoff dan Jared Kushner kemungkinan akan mengunjungi Moskow dalam dua minggu ke depan, lapor kantor berita negara Rusia TASS pada hari Sabtu, mengutip sebuah sumber. Dalam pernyataannya di Gedung Putih, Trump mengkritik Zelenskiy karena belum tercapainya kesepakatan damai, sembari menuntut dihentikannya serangan Ukraina terhadap fasilitas energi Rusia.

(sef/sef) [Gambas:Video CNBC]