Liputan6.com, Jakarta - Pelatih Timnas Portugal, Jorge Jesus, memastikan pintu kembali bagi Cristiano Ronaldo masih terbuka lebar. Ia bahkan menegaskan bahwa keputusan untuk kembali ke skuad Portugal sepenuhnya berada di tangan sang megabintang.
Situasi Ronaldo bersama Timnas Portugal sempat menjadi sorotan setelah pemain berusia 41 tahun itu meninggalkan pemusatan latihan tim pada jeda internasional September 2026.
Kepergian tersebut terjadi setelah Ronaldo tidak dimainkan dalam kemenangan Portugal atas Norwegia. Sebelumnya, Ronaldo juga hanya menjadi pemain pengganti dalam laga tersebut.
Kondisi itu memunculkan spekulasi mengenai masa depan Ronaldo bersama Portugal. Namun, Jorge Jesus memilih meredam situasi dan menegaskan bahwa dirinya tidak menutup peluang bagi sang kapten untuk kembali.
"Jika dia masih bermain dan ingin berada di Timnas Portugal, dia akan kembali. Kenapa tidak?" ujar Jorge Jesus seperti dikutip dari laporan Flashscore.
Jesus menegaskan, Ronaldo tetap memiliki tempat di skuad Portugal selama dirinya masih bermain dan memenuhi kriteria yang ditetapkan tim pelatih.
"Bagi saya, pada pemanggilan berikutnya, jika dia masih bermain di Al-Nassr, dia akan menjadi pemain yang bisa dipanggil. Jika dia ingin kembali, dia akan kembali," kata Jesus.
Ronaldo Tetap Simbol Portugal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288987/original/029872300_1783373948-000_B9FD7P2.jpg)
Perbesar
Jorge Jesus juga mengakui besarnya arti Ronaldo bagi Timnas Portugal. Menurutnya, status Ronaldo sebagai simbol sepak bola Portugal membuat situasi yang terjadi di antara keduanya mendapat perhatian besar.
Jesus bahkan mengungkapkan bahwa Ronaldo sebenarnya diproyeksikan tampil dalam pertandingan Portugal melawan Norwegia. Namun, situasi yang berkembang membuat rencana tersebut berubah.
"Dia seharusnya bermain di sini hari ini. Namun, karena semua yang terjadi, situasinya berubah," tutur Jesus.
Pelatih berusia 72 tahun itu juga menegaskan dirinya tidak merasa kewenangannya sebagai pelatih telah diganggu. Ia menyebut persoalan tersebut bermula dari situasi Ronaldo yang melakukan pemanasan tetapi tidak dimainkan.
"Dia adalah simbol, tetapi bagi saya itu tidak pernah menjadi masalah. Saya adalah pelatih kepala, saya memilih siapa yang saya inginkan dan saya tidak bertanya kepada siapa pun siapa yang harus saya pilih atau siapa yang harus bermain," tegasnya.
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
Meski membuka pintu untuk Ronaldo, Jorge Jesus tidak merasa perlu meminta maaf atas keputusan yang diambilnya. Ia menilai tidak ada alasan baginya untuk meminta maaf karena keputusan terkait susunan pemain merupakan bagian dari kewenangan seorang pelatih. "Saya tidak meminta maaf kepada siapa pun. Masalahnya adalah pemain melakukan pemanasan. Meminta maaf untuk apa? Kepada siapa?" ujar Jesus. Menurutnya, situasi tersebut sebenarnya dapat diselesaikan melalui pembicaraan antara kedua pihak. "Ini adalah kesalahpahaman dan menurut saya mudah diselesaikan. Bagi saya semuanya baik-baik saja," kata Jesus.