Kamis, 30 Juli 2026 - 19:28 WIB
Jakarta, VIVA – Ekspansi global perusahaan Tiongkok yang semakin agresif, menjadikan strategi corporate real estate sebagai salah satu pilar penting dalam mendukung pertumbuhan internasional mereka.
Baca Juga
Namun, Co-CEO JLL Greater Tiongkok, Anny Zhang mengatakan, riset terbaru JLL menyebut bahwa di balik percepatan ekspansi itu, banyak perusahaan masih menghadapi berbagai tantangan dalam mengimplementasikan strategi commercial real estate untuk mendukung rencana pertumbuhan yang ambisius.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dia memaparkan dalam riset terbaru JLL bertajuk “Thriving Beyond: Corporate Real Estate Strategies for Chinese Companies Going Global”, diungkapkan bahwa meskipun 97 persen perusahaan yang disurvei menganggap ekspansi ke luar negeri sebagai bagian penting dari strategi korporasi mereka, namun banyak yang memasuki pasar baru tanpa perencanaan yang sistematis maupun keahlian profesional yang diperlukan.
Baca Juga
"Peran strategis corporate real estate kini semakin nyata. Keputusan terkait strategi lokasi, pengelolaan aset, perencanaan tempat kerja, hingga koordinasi lintas negara menjadi faktor penting, yang mendukung keberhasilan ekspansi internasional dan daya saing global perusahaan-perusahaan Tiongkok," kata Zhang dalam keterangannya, Kamis, 30 Juli 2026.
Para petinggi JLL.
Photo :
- Raudhatul Zannah/VIVA,co,id
Baca Juga
Berdasarkan survei JLL, sebanyak 82 persen perusahaan Tiongkok yang berekspansi secara internasional, menghadapi tantangan tak terduga dalam proses pemilihan lokasi di luar negeri.
Dampaknya pun cukup signifikan, dimana hampir dua pertiga responden mengalami keterlambatan proyek yang mengganggu jadwal ekspansi mereka. Sementara lebih dari setengahnya menghadapi pembengkakan biaya yang membebani keuangan perusahaan.
"Selain itu, hampir sepertiga perusahaan terpaksa memilih lokasi yang kurang ideal atau bersifat sementara agar operasional dapat segera berjalan," ujarnya.
Head of Research JLL Tiongkok, Daniel Yao menambahkan, tantangan terbesar yang dihadapi perusahaan dalam ekspansi internasional adalah perbedaan ekspektasi terkait waktu respons, yang dialami oleh 78 persen responden.
Di posisi berikutnya, hampir dua pertiga perusahaan mengaku kesulitan menghadapi perbedaan mendasar dalam praktik properti di berbagai negara.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menurutnya, commercial real estate memiliki cara kerja yang berbeda di setiap wilayah, yang dapat dengan mudah menimbulkan kesalahpahaman bahkan perselisihan kontrak bagi perusahaan yang belum memiliki pemahaman mendalam terhadap pasar lokal.
"Kami melihat bahwa banyak perusahaan Tiongkok yang berekspansi ke luar negeri mengakui masih minimnya pemahaman terhadap pasar properti setempat, sehingga mereka tidak memiliki tolak ukur yang memadai untuk mengambil keputusan terkait kualitas lokasi, tren sewa, maupun dinamika pasokan," kata Daniel.
Halaman Selanjutnya
Tantangan tersebut tidak berhenti sampai di sana. Daniel mengungkapkan, banyak perusahaan juga mengalami kesulitan dalam bernegosiasi dengan pemilik properti lokal, serta menghadapi ketentuan sewa yang kurang fleksibel serta klausul kinerja yang tidak selalu jelas.