Jatim pertahankan juara umum OPSI nasional enam kali beruntun

2026/10/02

prestasi dalam OPSI tidak hanya menjadi capaian kompetisi, tetapi juga menunjukkan pentingnya membangun budaya penelitian sejak jenjang sekolah.

Surabaya (ANTARA) - Jawa Timur kembali mempertahankan gelar juara umum Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) tingkat nasional 2026, dengan meraih sembilan medali, sekaligus menjadi juara umum selama enam kali beruntun.

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur Aries Agung Paewai di Surabaya, Jumat mengatakan capaian tersebut tidak terlepas dari pembinaan dan persiapan intensif yang dilakukan Dindik Jatim melalui training center (TC) sebelum kompetisi.

"Kami matangkan persiapan selama dua hari. Penelitian mereka sudah dilakukan bersama guru pendamping. Kami tinggal matangkan dari sisi presentasi dan mental siswa. Bagaimana menyuguhkan hasil penelitian mereka tanpa terganggu secara psikologisnya. Jadi mereka bisa tampil presentasi membawa hasil yang positif," ujarnya.

Sembilan medali tersebut terdiri atas tiga medali perak dari jenjang SMA/MA dan satu penghargaan khusus, sedangkan jenjang SMP/MTs menyumbangkan dua medali emas dan empat medali perunggu.

Dalam pelaksanaan TC, Dindik Jatim menghadirkan sejumlah pakar yang berpengalaman dan kerap terlibat dalam kompetisi OPSI tingkat nasional untuk membantu siswa dan pembimbing memahami tahapan final serta menyiapkan strategi menghadapi peserta dari berbagai daerah.

"Alhamdulillah di OPSI kemarin kita diwakili 22 tim, yang terdiri dari sembilan tim dari jenjang SMA sederajat dan 13 dari jenjang SMP sederajat. Dari hasil itu kita berhasil membawa total sembilan medali," kata Aries.

Menurut Aries, prestasi dalam OPSI tidak hanya menjadi capaian kompetisi, tetapi juga menunjukkan pentingnya membangun budaya penelitian sejak jenjang sekolah.

Ia mengatakan kegiatan penelitian melatih siswa mengidentifikasi persoalan, menyusun solusi berbasis data, serta menghasilkan inovasi yang dapat bermanfaat bagi lingkungan sekitar.

Saat ini, penelitian di satuan pendidikan dilakukan antara lain melalui kegiatan Kelompok Ilmiah Remaja (KIR).

Melalui kegiatan tersebut, siswa didorong mengerjakan berbagai proyek penelitian dengan pendekatan pemecahan masalah terhadap persoalan di lingkungan sekitar.

"Penelitian harus menjadi bagian dari proses pembelajaran di sekolah. Anak-anak tidak hanya belajar teori, tetapi juga dilatih menemukan masalah, melakukan penelitian, dan menghasilkan solusi. Ini yang akan membentuk kemampuan berpikir kritis dan inovatif mereka," ujar Aries.

Pada OPSI 2026, penelitian siswa dikompetisikan dalam sejumlah bidang, di antaranya Matematika, Sains, dan Teknologi (MST) yang mencakup penelitian ilmu dasar, matematika, kimia, biologi, dan sains murni.

Kemudian bidang Fisika Terapan dan Rekayasa (FTR) yang meliputi inovasi teknologi, rekayasa teknik, energi terbarukan, dan penelitian terapan.

Sementara bidang Ilmu Sosial dan Humaniora (ISH) mencakup penelitian sosial, psikologi, ekonomi, serta berbagai kajian humaniora.

Konsistensi Jatim meraih prestasi di OPSI menunjukkan pembinaan penelitian di sekolah terus diarahkan untuk membangun ekosistem pendidikan yang mendorong siswa menghasilkan gagasan dan solusi atas berbagai persoalan di masyarakat.

Baca juga: Kemendikdasmen: Minat riset murid bertumbuh, 39 ribu daftar OPSI 2026

Baca juga: Jatim pertahankan juara umum Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia

Pewarta: Willi Irawan
Editor: Rini Utami
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.