Sabtu, 3 Oktober 2026 - 20:03 WIB
Jakarta, VIVA – Kehadiran hewan peliharaan di rumah membuat pola kehidupan keluarga ikut berubah. Selain membutuhkan makanan dan perawatan rutin, anabul juga memerlukan tempat yang nyaman untuk beristirahat, bermain, bersembunyi, hingga beraktivitas tanpa mengganggu ruang penghuni lainnya.
Baca Juga
Kondisi tersebut membuat konsep rumah ramah hewan peliharaan atau pet friendly home semakin relevan. Rumah tidak hanya dirancang berdasarkan kebutuhan manusia, tetapi juga mempertimbangkan keberadaan hewan yang tinggal dan beraktivitas di dalamnya setiap hari.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Berdasarkan penelitian TMG Research, lebih dari 70 persen rumah tangga di Indonesia memiliki hewan peliharaan. Dari kelompok tersebut, kucing menjadi salah satu hewan yang paling banyak dipelihara. TMG Research mencatat sekitar 75 persen keluarga pemilik hewan peliharaan memilih kucing sebagai teman di rumah.
Baca Juga
Angka tersebut menunjukkan bahwa keberadaan anabul bukan lagi sekadar pelengkap dalam sebuah hunian. Mereka menjadi bagian dari keseharian keluarga sehingga kebutuhan ruang untuk hewan juga patut diperhatikan.
Mengapa Anabul Membutuhkan Ruang Sendiri?
Baca Juga
Kucing maupun anjing memiliki kebutuhan perilaku yang berbeda dengan manusia. Mereka membutuhkan area untuk beristirahat setelah beraktivitas, tempat makan yang relatif tenang, serta ruang untuk bergerak dan mengeksplorasi lingkungan.
Khusus kucing, area untuk bersembunyi juga dapat menjadi bagian penting dari kenyamanan. Kucing terkadang membutuhkan tempat yang lebih tenang ketika ingin beristirahat atau menjauh dari aktivitas di dalam rumah
Memiliki area khusus juga membantu pemilik mengatur barang-barang yang berkaitan dengan hewan peliharaan. Tempat makan, mainan, perlengkapan tidur hingga kebutuhan lainnya dapat ditata dalam satu area sehingga rumah lebih terorganisasi.
Konsep tersebut bukan berarti hewan harus selalu ditempatkan di satu ruangan tertutup. Sebaliknya, ruang khusus dapat dirancang agar tetap terhubung dengan area keluarga sehingga hewan tetap bisa berinteraksi dengan pemiliknya.
Rumah Pet Friendly Tak Harus Mengorbankan Estetika
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Salah satu tantangan pemilik hewan adalah menjaga keseimbangan antara kebutuhan anabul dan tampilan rumah. Perlengkapan hewan yang terlalu banyak atau ditempatkan secara sembarangan dapat membuat ruang terasa penuh.
Karena itu, desain rumah pet friendly mulai mengarah pada integrasi kebutuhan hewan dengan interior. Area bermain, tempat beristirahat atau ruang penyimpanan perlengkapan hewan dapat dibuat menyatu dengan furnitur dan tata ruang yang sudah ada.
Halaman Selanjutnya
Zaman sekarang ada juga furnitur untuk rumah hewan dengan mempertimbangkan kenyamanan anabul sekaligus fungsi ruang bagi pemilik rumah, seperti 'pawhaus' yang dikenalkan Idemu, brand custom furniture dan interior design dari Vivere Group. Di mana itu bisa jadi pertimbangan untuk membuat anabul lebih nyaman di rumah.