Jumat, 2 Oktober 2026 - 20:45 WIB
Jakarta, VIVA – Kesadaran mengenai kanker payudara seharusnya tidak berhenti pada mengetahui informasi mengenai penyakit tersebut. Hal yang tidak kalah penting adalah menjadikan pemeriksaan payudara sebagai bagian dari kebiasaan untuk mengenali perubahan pada tubuh sejak dini.
Baca Juga
Pesan tersebut kembali disoroti dalam kampanye Breast Cancer Awareness Month yang berlangsung setiap Oktober. Awareness bukan hanya persoalan memahami informasi, tetapi juga mendorong seseorang mengambil tindakan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pemeriksaan Bisa Dimulai dari Rumah
Baca Juga
Salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan adalah SADARI atau pemeriksaan payudara sendiri. Pemeriksaan ini dapat dilakukan secara mandiri di rumah sehingga tidak selalu membutuhkan fasilitas kesehatan untuk langkah awal mengenali adanya perubahan.
Perempuan dapat melakukan SADARI sekitar 7–10 hari setelah hari pertama menstruasi. Sementara bagi perempuan yang sudah menopause maupun laki-laki, pemeriksaan dapat dilakukan dengan menentukan satu tanggal tertentu setiap bulan agar lebih mudah dijadikan rutinitas.
Baca Juga
Kebiasaan tersebut penting karena seseorang dapat lebih mengenali kondisi normal tubuhnya. Dengan begitu, ketika muncul sesuatu yang berbeda, perubahan tersebut bisa lebih cepat disadari.
Jangan Mengabaikan Perubahan pada Payudara
Pentingnya pemeriksaan payudara dapat dilihat dari pengalaman seorang penyintas kanker payudara yang hadir dalam diskusi bersama brand pastry legendaris asal Prancis, Paul. Ia sebelumnya mengaku belum memahami pentingnya SADARI atau pemeriksaan payudara sendiri. Perubahan pada payudara baru disadari setelah merasakan adanya bagian yang berbeda dari kondisi biasanya.
Setelah menemukan perubahan tersebut, pemeriksaan ke dokter menjadi langkah berikutnya. Dari pemeriksaan lanjutan, kondisi tersebut kemudian diketahui sebagai kanker payudara yang masih berada pada tahap awal.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pengalaman itu menunjukkan bahwa perubahan pada payudara sebaiknya tidak diabaikan. Pemeriksaan secara mandiri dapat membantu seseorang mengenali kondisi tubuhnya, sementara perubahan yang mencurigakan tetap perlu diperiksa lebih lanjut oleh tenaga medis untuk mengetahui penyebabnya.
Karena itu, perempuan di Indonesia dianjurkan untuk menjadikan SADARI sebagai kebiasaan. Deteksi sejak dini dinilai penting karena dapat membantu menemukan perubahan pada payudara lebih cepat, sehingga langkah pemeriksaan dan penanganan selanjutnya dapat dilakukan sesuai kondisi masing-masing.
Halaman Selanjutnya
Awareness Harus Berujung pada Tindakan