Jalin kerjasama SPNF, Lapas Tual penuhi hak pendidikan warga binaan lewat program kesetaraan - ANTARA News Ambon, Maluku

2026/10/08

Ambon (ANTARA) -

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tual memenuhi hak pendidikan warga binaan melalui program pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C yang diselenggarakan bekerja sama dengan Satuan Pendidikan Non-Formal (SPNF) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kabupaten Maluku Tenggara.

“Kegiatan belajar-mengajar bagi warga binaan tersebut dilaksanakan secara rutin sebagai bagian dari program pembinaan di Lapas Tual,” kata Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja (Kasi Binadik) Lapas Tual Iswan Ternate, melalui keterangan tertulis yang diterima di Ambon, Kamis.

Ia mengatakan, pendidikan menjadi salah satu bagian penting dalam pembinaan warga binaan selama menjalani masa pidana.

“Kami ingin memastikan bahwa meskipun sedang menjalani masa pidana, hak konstitusional warga binaan untuk mendapatkan pengetahuan dan pendidikan yang layak tetap terpenuhi,” ujarnya.

Menurut dia, kerja sama dengan SKB Maluku Tenggara menjadi langkah untuk memberikan akses pendidikan kepada warga binaan sekaligus membekali mereka dengan pengetahuan dan ijazah resmi yang dapat dimanfaatkan setelah menyelesaikan masa pidana.

“Sinergisitas berkelanjutan bersama SKB Maluku Tenggara ini menjadi langkah nyata kami agar mereka memiliki bekal ilmu yang bermanfaat, serta ijazah resmi yang bisa digunakan untuk memulai hidup baru setelah bebas nanti,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SPNF SKB Maluku Tenggara George Evander Meturan mengapresiasi Lapas Tual yang memfasilitasi pelaksanaan pendidikan kesetaraan bagi warga binaan.

Ia mengaku, SKB Maluku Tenggara berkomitmen menyediakan tenaga pengajar untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran secara rutin di dalam Lapas Tual.

“Tugas mencerdaskan kehidupan bangsa adalah tanggung jawab kita bersama, termasuk bagi saudara-saudara kita yang berada di dalam Lapas,” katanya.

George mengatakan para warga binaan menunjukkan kedisiplinan dan rasa ingin tahu selama mengikuti proses pembelajaran.

Ia berharap program tersebut tidak hanya membantu warga binaan memperoleh ijazah melalui jalur pendidikan kesetaraan, tetapi juga meningkatkan kemampuan dan kesiapan mereka untuk kembali ke tengah masyarakat.

“Kami berharap, lewat kerja sama ini, mereka tidak hanya memperoleh kelulusan secara administratif, tetapi juga memiliki kemerdekaan berpikir dan keterampilan adaptif untuk siap kembali berkontribusi positif di tengah masyarakat digital,” ucapnya.

Lapas Tual bersama SKB Maluku Tenggara berkomitmen melanjutkan program tersebut sebagai bagian dari pembinaan warga binaan agar memiliki pengetahuan dan keterampilan yang dapat mendukung kehidupan yang lebih mandiri dan produktif setelah bebas.

Pewarta: Winda Herman
Editor : Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.