Itera perluas jejaring internasional menuju perguruan tinggi rekognisi
Kamis, 1 Oktober 2026 20:37 WIB
Rektor Itera Rektor Itera Prof. Dr. apt. Elfahmi, S.Si., M.Si., (kanan) bersama sejumlah akademisi dari Malaysia, Kamis (1/10/2026). ANTARA/HO-Itera
Bandarlampung (ANTARA) - Institut Teknologi Sumatera (Itera) terus memperluas jejaring internasional sebagai langkah menuju perguruan tinggi (PT) rekognisi di tingkat global.
"Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui penjajakan kerja sama dengan Universiti Sains Malaysia (USM)," kata Rektor Itera Prof. Dr. apt. Elfahmi, S.Si., M.Si., dikonfirmasi dari Bandarlampung, Kamis.
Menurut Prof. Elfahmi, jejaring dengan perguruan tinggi di luar negeri menjadi peluang bagi Itera untuk memperluas kolaborasi akademik dan riset sekaligus mempelajari praktik pengembangan perguruan tinggi yang telah memiliki rekognisi internasional.
"Seperti USM yang merupakan salah satu perguruan tinggi terbaik di Malaysia, dan menempati peringkat 132 dunia," kata dia.
Rektor Itera menekankan, perluasan jejaring dengan perguruan tinggi dan institusi di luar negeri merupakan bagian dari langkah Itera untuk memperkuat kapasitas institusi sekaligus membangun rekognisi di tingkat internasional.
"Upaya ini merupakan salah satu bentuk untuk mempercepat tercapainya visi Itera menjadi perguruan tinggi yang unggul dan terus berkembang," kata dia.
Menurutnya, pertemuan dengan berbagai perguruan tinggi, institusi, dan industri di luar negeri juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan Itera dan membangun rekognisi di dunia global.
"Kami berharap penjajakan kolaborasi dengan USM dapat memberikan manfaat nyata bagi pengembangan pendidikan, penelitian, dan inovasi di Itera. Kerja sama internasional juga diharapkan membuka lebih banyak kesempatan bagi sivitas akademika Itera untuk terhubung dengan jejaring akademik global," kata dia
Pewarta : Dian Hadiyatna
Editor:
Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.