Istana Buka Sinyal Reshuffle, Dua Kursi Wamen Kosong Bakal Jadi Prioritas

2026/08/07

Jum'at, 07 Agustus 2026, 15:23 WIB

Warta Ekonomi, Jakarta -

Isu reshuffle Kabinet Merah Putih kembali mencuat menjelang Agustus. Istana Negara menyatakan belum ada rencana perombakan kabinet, tetapi membuka kemungkinan pengisian dua jabatan wakil menteri yang saat ini kosong menjadi prioritas jika reshuffle benar-benar dilakukan.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyebut posisi Wakil Menteri Pertanian dan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan menjadi dua jabatan yang saat ini masih kosong. Namun, pemerintah belum menentukan kapan posisi tersebut akan diisi.

"Contohnya adalah Wakil Menteri Pertanian, kemudian Wakil Menteri Imipas. Jadi itu kalau mengenai masalah reshuffle," ujar Prasetyo kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (7/8/2026).

Prasetyo mengatakan pengisian jabatan yang kosong tersebut berpotensi menjadi prioritas apabila Presiden Prabowo Subianto nantinya memutuskan melakukan perubahan susunan kabinet. Meski begitu, ia menegaskan sampai saat ini belum ada keputusan mengenai reshuffle.

"Nah masalah reshuffle juga perlu kami sampaikan bahwa sampai hari ini belum ada rencana reshuffle Kabinet Merah Putih," kata Pras.

Ia kemudian membuka kemungkinan perubahan komposisi kabinet jika memang keputusan tersebut diambil pemerintah. Menurutnya, pengisian posisi yang kosong dapat menjadi salah satu hal yang lebih dahulu dilakukan.

"Sekali lagi, kalaupun kemudian akan ada terjadi perubahan atau diistilahkan reshuffle, barangkali prioritasnya adalah kepada mengisi jabatan-jabatan yang oleh karena sesuatu hal saat ini jabatan-jabatan itu kosong," ujarnya.

Pernyataan tersebut muncul di tengah kabar mengenai kemungkinan reshuffle kabinet pada Agustus. Namun, Istana belum memberikan kepastian mengenai waktu ataupun daftar menteri dan wakil menteri yang akan terkena perubahan.

Selain soal reshuffle, Prasetyo juga memberikan penjelasan mengenai isu pergantian Kapolri yang belakangan beredar di publik. Ia memastikan hingga saat ini Presiden belum mengirim Surat Presiden (Surpres) mengenai pergantian Kapolri kepada DPR.

"Dapat kami sampaikan bahwa sampai hari ini tidak ada atau belum ada Surpres pergantian Kapolri," ujar Prasetyo.

Baca Juga: Dari Menhan ke Istana: Terungkap Motif Tersembunyi Prabowo Gabung Kabinet Jokowi 2019

Hal serupa juga berlaku untuk proses pengajuan calon definitif Gubernur Bank Indonesia. Prasetyo mengatakan Surpres mengenai calon Gubernur BI juga belum dikirimkan Presiden kepada DPR karena prosesnya masih berjalan.

"Yang kedua, kalau pertanyaannya berkaitan dengan Surpres pengajuan calon definitif Gubernur Bank Indonesia, sampai hari ini juga belum ada Surpres dari Bapak Presiden yang dikirim ke DPR berkenaan dengan hal tersebut, karena masih sedang proses," lanjutnya.

Dengan demikian, Istana untuk sementara belum mengonfirmasi adanya reshuffle Kabinet Merah Putih maupun pergantian Kapolri. Namun, jika perubahan kabinet nantinya benar-benar dilakukan, pengisian dua posisi wakil menteri yang kosong disebut menjadi salah satu prioritas pemerintah.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama