Israel Enggan Pidanakan Kasus Pembunuhan Aktivis WCK di Gaza, Australia Murka |Republika Online

2026/08/21

REPUBLIKA.CO.ID, CANBERRA — Pemerintah Australia memanggil Duta Besar Israel pada Kamis(20/8/2026) setelah militer Israel memutuskan untuk tidak melanjutkan proses pidana atas serangan April 2024 yang menewaskan tujuh pekerja kemanusiaan World Central Kitchen (WCK) di Gaza, termasuk warga negara Australia, Zomi Frankcom.

Menteri Luar Negeri Australia, Penny Wong, menyatakan bahwa Canberra "murka" atas keputusan tersebut. “Keputusan ini jauh dari kata akuntabilitas yang kami harapkan,” ujar Wong. “Negara-negara demokrasi menuntut dan menerapkan standar yang lebih tinggi. Pemerintah Australia tidak akan berhenti mendesak Israel agar memberikan keadilan bagi Zomi dan rekan-rekannya,"ujar Wong seperti dilansir dari laman Palestine Chronicle.

Wong menegaskan, Australia telah menyampaikan posisinya secara langsung kepada Pemerintah Israel. Pemerintahnya kini tengah mempertimbangkan langkah diplomasi selanjutnya.Frankcom merupakan satu dari tujuh personel WCK yang tewas ketika pasukan Israel menyerang konvoi mereka di Gaza pada 1 April 2024.

Relawan World Central Kitchen (WCK) sedang menyiapkan makanan untuk warga Palestina.

Pihak World Central Kitchen menyatakan bahwa tim mereka sedang melintasi wilayah bebas konflik (deconflicted zone) dengan kendaraan yang ditandai dengan jelas. Selain itu, pergerakan armada mereka juga telah dikoordinasikan terlebih dahulu dengan militer Israel.

Militer Israel mengakui adanya kegagalan operasional dalam insiden tersebut, namun menyimpulkan tidak ada dasar yang kuat untuk membawa kasus ini ke ranah pidana.

Duta Besar Israel, Hillel Newman, membela keputusan tersebut usai bertemu dengan Wong. Ia mengklaim serangan itu merupakan sebuah "kesalahan" dan tidak melibatkan unsur kesengajaan atau niat kriminal.

Sebelumnya, Australia telah menuntut "akuntabilitas penuh" atas tewasnya Frankcom dan menunjuk seorang penasihat khusus untuk mengawal serta mengevaluasi investigasi yang dilakukan pihak Israel.

Penny Wong mengakui pada Kamis bahwa saat ini merupakan “masa-masa sulit” dalam hubungan diplomatik Australia dengan Israel, menyusul keputusan negara tersebut yang enggan melakukan penyelidikan pidana atas pembunuhan para pekerja kemanusiaan.