Jakarta, CNN Indonesia --
Panglima Militer Pakistan, Field Marshal Asim Munir, dijadwalkan melakukan kunjungan resmi ke ibu kota Iran, Teheran, pada Senin (24/8). Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama bilateral sekaligus mendukung stabilitas keamanan di kawasan.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengonfirmasi agenda kedatangan Munir bersama delegasi tingkat tinggi Pakistan tersebut, sebagaimana dilaporkan kantor berita resmi Iran, IRNA, pada Minggu (23/8).
Baqaei menyampaikan bahwa Munir dijadwalkan menggelar serangkaian pertemuan dan diskusi strategis bersama pejabat tinggi Iran. Kunjungan ini merupakan bagian dari "upaya Pakistan untuk membantu memperkuat perdamaian dan keamanan di kawasan."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melansir Anadolu, di tengah eskalasi konflik yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat (AS), Islamabad memegang peranan kunci sebagai mediator utama. Pakistan terus menjalin komunikasi intensif dengan kedua belah pihak guna meminimalkan potensi bentrokan terbuka yang lebih luas.
Pilihan Redaksi
- Jenderal Israel Ungkap Netanyahu Bersiap Serang Iran Lagi
- China Diprediksi Tolak Ancaman Trump ke Negara Mitra Dagang Iran
- Iran Ingatkan Negara Lain Tak Ikutan AS Beri Sanksi, atau Dicap Musuh
Sebelumnya, AS dan Iran sempat menandatangani nota kesepahaman (MoU) pada 17 Juni lalu untuk memulai negosiasi menuju kesepakatan damai permanen.
Namun, proses diplomasi tersebut mengalami jalan buntu. Kedua negara berselisih tajam mengenai jaminan keimigrasian dan keamanan, serta hak kebebasan navigasi di Selat Hormuz, salah satu rute maritim paling strategis bagi pasokan energi dan perdagangan dunia.
Buntut dari kebuntuan diplomasi tersebut, ketegangan militer sempat memuncak pada rentang 8 hingga 24 Juli lalu. Washington meluncurkan serangan udara ke sejumlah target di dalam wilayah Iran.
Teheran membalas serangan tersebut dengan memukul fasilitas dan instalasi militer milik AS yang tersebar di beberapa negara Arab, termasuk Yordania, Bahrain, dan Kuwait.
Kunjungan Munir ke Teheran diharapkan dapat membuka kembali ruang dialog demi meredakan tensi geopolitik yang kian memanas.
(wiw)