Investasi tambang Blok Elang Sumbawa diperkirakan capai Rp8 triliun

2026/09/22

Sumbawa (ANTARA) - Rencana pengembangan pertambangan tembaga dan emas Blok Elang PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, diperkirakan membutuhkan investasi awal sekitar Rp6 triliun hingga Rp8 triliun.

Bupati Sumbawa Syarafuddin Jarot mendapatkan Informasi dari PT AMNT yang menyebutkan investasi tersebut mencakup pembangunan fasilitas produksi dan fasilitas pendukung pertambangan dengan kebutuhan lahan lebih dari 60 hektare.

“Investasi awalnya sekitar Rp6 triliun sampai Rp8 triliun dengan kebutuhan lahan lebih dari 60 hektare,” kata Jarot dalam konsultasi publik studi kelayakan dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) rencana kegiatan pertambangan Blok Elang di Sumbawa, Selasa.

Ia mengatakan pembangunan fasilitas produksi ditargetkan memasuki tahap konstruksi mulai pertengahan 2027 setelah seluruh tahapan kajian dan persyaratan pengembangan pertambangan diselesaikan.

Jarot mengatakan investasi tersebut berpotensi mendorong aktivitas ekonomi di Sumbawa, namun manfaatnya harus dirasakan masyarakat sekitar dan tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan.

“Kita sambut investasi yang masuk, dengan catatan jangan industri masuk tetapi masyarakat yang wajib malah disingkirkan. Jangan sampai rakyat tidak sejahtera,” ujarnya.

“Pengetahuan masyarakat mengenai kondisi lingkungan, sosial budaya, dan karakteristik wilayah menjadi masukan penting untuk memperkaya kajian Amdal,” katanya.

Ia mengatakan AMMAN memaparkan rencana pengembangan Proyek Elang, ruang lingkup kajian Amdal, tahapan pengembangan, serta mekanisme keterlibatan masyarakat dalam penyusunan dokumen lingkungan.

Proyek Elang berada sekitar 56 kilometer sebelah timur Tambang Batu Hijau dengan area pengembangan mencakup wilayah Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat.

AMMAN merencanakan kegiatan utama berupa penambangan bijih tembaga dan emas yang didukung akses transportasi, penyediaan energi dan air, fasilitas operasional dan pemeliharaan peralatan, serta sarana pendukung tenaga kerja.

Rencana pengembangan Blok Elang saat ini masih berada pada tahap eksplorasi. Setelah penyusunan Amdal dan kajian zona awal selesai, pemerintah bersama pihak terkait akan kembali melakukan sosialisasi sebelum memasuki tahap konstruksi.

Konsultasi publik tersebut diikuti ratusan peserta dari unsur pemerintah, DPRD, Forkopimda, organisasi perangkat daerah, pemerintah kecamatan dan desa, serta tokoh masyarakat, agama, dan adat.

Pewarta : Ady Ardiansah
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026