InJourney Perkuat Pariwisata Berkelanjutan Lewat Mangrove Sanctuary di The Mandalika |Republika Online

2026/07/25

Menyambut International Mangrove Conservation Day pada 26 Juli mendatang, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney bersama anak perusahaannya InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) memperkuat  pengembangan Mangrove Sanctuary di kawasan The Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB), sebagai kawasan ecotourism berbasis konservasi. Upaya tersebut ditandai dengan penanaman 4.500 bibit mangrove melalui program InJourney Green.  (FOTO : ITDC)

Kegiatan penanaman yang dilaksanakan pada Jumat (24/7/2026) merupakan tahap ketiga dari program rehabilitasi mangrove yang telah dimulai sejak 14 September 2025 dan 2 April 2026. Pada tahap 3 ini total terakumulasi sudah 20.000 bibit mangrove tertanam. Penanaman dilakukan di kawasan Lot MG, Blok 11 dan Blok 23 The Mandalika menggunakan jenis mangrove Rhizophora Stylosa. (FOTO : ITDC)

Untuk memastikan pengembangan dilakukan secara terarah dan berkelanjutan, InJourney dan ITDC menyusun feasibility study yang mencakup roadmap rehabilitasi mangrove, kajian sosial (social mapping) masyarakat sekitar, serta identifikasi potensi pengembangan ekonomi berbasis ekosistem mangrove. Kajian tersebut disusun bersama Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan Institut Pertanian Bogor (PKSPL IPB) sebagai landasan ilmiah dalam merancang pengelolaan kawasan Mangrove Sanctuary. (FOTO : ITDC)

Direktur SDM dan Digital, Herdy Harman mengatakan melalui program InJourney Green, perusahaan ingin memastikan bahwa pengembangan pariwisata tidak hanya menghadirkan pertumbuhan ekonomi, namun juga menjaga keseimbangan ekosistem dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Herdy menegaskan InJourney juga melakukan social mapping dan menyusun roadmap pemberdayaan Masyarakat agar Mangrove Sanctuary dapat menjadi sumber manfaat ekonomi baru melalui pengembangan ekowisata dan aktivitas berbasis konservasi. (FOTO : ITDC)

Melalui InJourney Green, InJourney Group memperkuat implementasi pembangunan berkelanjutan di seluruh destinasi yang dikelola sebagai komitmen perusahaan menjaga keseimbangan antara pengembangan pariwisata, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat. Pelaksanaan program InJourney Green melibatkan berbagai pemangku kepentingan, di antaranya PKSPL IPB, pemerintah daerah, instansi lingkungan hidup, aparat setempat, akademisi, tenant kawasan, dan masyarakat sekitar. (FOTO : ITDC)

inline

REPUBLIKA.CO.ID, THE MANDALIKA - Menyambut International Mangrove Conservation Day pada 26 Juli, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney bersama InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) memperkuat pengembangan Mangrove Sanctuary di The Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan menanam 4.500 bibit mangrove melalui program InJourney Green. Penanaman yang berlangsung Jumat (24/7/2026) ini merupakan tahap ketiga rehabilitasi mangrove yang dimulai sejak September 2025.

Dengan tambahan tersebut, total 20.000 bibit mangrove telah ditanam di kawasan The Mandalika. Program ini bertujuan melindungi pesisir dari abrasi, gelombang besar, angin kencang, dan intrusi air laut, sekaligus meningkatkan penyerapan karbon untuk mendukung mitigasi perubahan iklim.