InJourney memperkuat kapasitas penjaga warisan budaya di Candi Prambanan

2026/08/14

InJourney memperkuat kapasitas penjaga warisan budaya di Candi Prambanan

Jumat, 14 Agustus 2026 21:59 WIB

Image Print

Para peserta program InJourney Hospitality House (IHH) Edisi Spesial Kemerdekaan sebagai upaya untuk memperkuat kapasitas pelayananan pe jaga warisan budaya di kawasan Candi Prambanan. ANTARA/H0-IDM

Yogyakarta (ANTARA) - InJourney Destination Management (IDM) atau PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero) melalui program InJourney Hospitality House (IHH) Edisi Spesial Kemerdekaan, memperkuat kapasitas pelayanan penjaga warisan budaya di kawasan Candi Prambanan.

"Kegiatan yang berlangsung pada 11 hingga 13 Agustus 2026 di Museum Prambanan, Klaten, Jawa Tengah ini merupakan bagian program IHH 2026 di lingkungan InJourney Group," kata Direktur SDM dan Digital ODM, Herdy Harman di Yogyakarta, Jumat.

Menurut dia, sepanjang 2026 program tersebut telah menjangkau 810 peserta di seluruh InJourney Group, dengan 330 peserta atau sekitar 40 persen di antaranya berada di lingkungan InJourney Destination Management atau PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero).

"Bagi InJourney, menjaga warisan budaya bukan hanya tentang mempertahankan apa yang telah diwariskan oleh generasi sebelumnya, tetapi juga memastikan nilai dan semangat di dalamnya dapat terus hidup dan diteruskan kepada generasi penerus," katanya.

Ia mengatakan InJourney terus mendorong pengembangan kompetensi dan apresiasi bagi para insan yang berada di garis depan dalam menjaga, merawat dan memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia.

Program yang menjadi bagian dari pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini diikuti 90 penjaga warisan budaya yang berada di sekitar kawasan Candi Prambanan.

Para peserta berasal dari berbagai profesi yang memiliki peran penting dalam pelestarian dan pengelolaan destinasi, meliputi juru pugar, juru pelihara, suker, pemandu wisata, serta para seniman, khususnya penari pendukung Sendratari Ramayana Prambanan.

Direktur Operasi IDM Indung Purwita Jati mengatakan penyelenggaraan IHH merupakan wujud komitmen perusahaan untuk memberikan manfaat yang tepat sasaran dan berkelanjutan bagi masyarakat sekitar, salah satunya melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sekitar destinasi.

"Pelatihan ini merupakan wujud komitmen kami dalam melaksanakan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang tepat sasaran, terukur dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Bertepatan dengan peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, IHH bulan ini kami kemas sebagai bentuk apresiasi kepada para penjaga warisan budaya di Kawasan Candi Prambanan atas dedikasi mereka dalam melestarikan cagar budaya sekaligus menghadirkan pengalaman berwisata yang berkualitas," katanya.

Mengusung semangat apresiasi terhadap mereka yang berada di garis depan pelestarian warisan budaya sekaligus berinteraksi langsung dengan wisatawan, IHH Edisi Spesial Kemerdekaan dirancang untuk memperkuat kompetensi hospitality, komunikasi, dan pelayanan.

Indung mengatakan pelatihan tidak hanya menekankan aspek teknis pelayanan, tetapi juga membekali peserta dengan kemampuan membangun hubungan emosional dengan wisatawan melalui komunikasi yang lebih personal dan bermakna.

"Dalam pelatihan peserta mendapatkan materi seni bercerita (storytelling) sebagai salah satu pendekatan untuk menghadirkan layanan unggulan, peserta diajak memahami bagaimana sebuah cerita dapat disampaikan secara lebih menarik, membangun emosi, membuat wisatawan merasa terhubung, serta pada akhirnya menciptakan pengalaman yang lebih berkesan," katanya.

Selain storytelling, materi pelatihan juga menekankan pentingnya sikap pelayanan berbasis keramahtamahan, peserta dibekali kemampuan untuk memahami kebutuhan dan keinginan wisatawan secara lebih spesifik melalui observasi langsung, analisis ulasan wisatawan di internet, serta diskusi komunitas.

"Di sisi lain, wisatawan juga perlu diberikan ruang untuk menyampaikan kebutuhan dan ekspektasinya, hal tersebut dapat dibangun melalui gestur yang tepat, pilihan kata yang sopan, serta intonasi suara yang hangat," katanya.

Menurut dia perpaduan aspek tersebut diharapkan dapat menciptakan energi positif sekaligus membangun pengalaman pelayanan yang lebih personal bagi wisatawan.

"Pelestarian warisan budaya tidak dapat dilepaskan dari kualitas sumber daya manusia yang berinteraksi langsung dengan wisatawan, mereka bukan sekadar menjalankan fungsi masing-masing, tetapi juga menjadi bagian penting dari pengalaman wisatawan ketika berkunjung ke destinasi," katanya.

Pewarta : Victorianus Sat Pranyoto
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026