Ini Tips Merawat Kendaraan Komersial Setelah Terpapar Abu Vulkanik |Republika Online

2026/09/09

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Abu vulkanik bukan sekadar membuat kendaraan terlihat kotor. Partikel yang sangat halus juga dapat masuk ke sistem pemasukan udara mesin dan membuat sejumlah komponen bekerja lebih berat. Karena itu, kendaraan yang beroperasi di wilayah terdampak hujan abu perlu mendapat pemeriksaan lebih teliti sebelum kembali digunakan secara intensif.

Bagi kendaraan komersial, ini sangat penting karena menyangkut operasional usaha dan berkorelasi dengan keuntungan. Jika kendaraan komersial rusak atau terganggu operasionalnya, bisa berdampak kepada menurunnya pendapatan atau kerugian.

Salah satu bagian yang perlu menjadi perhatian di kendaraan komersial adalah filter udara mesin. Abu dan debu yang tersedot melalui saluran udara dapat membuat filter lebih cepat kotor dan berpotensi menghambat aliran udara menuju mesin.

Pemeriksaan filter udara sebaiknya dilakukan setelah kendaraan digunakan di wilayah yang terpapar abu vulkanik. Bagi kendaraan komersial yang memiliki intensitas penggunaan tinggi, pemeriksaan juga perlu dilakukan secara berkala, terutama jika kendaraan kerap beroperasi di lingkungan berdebu.

Selain filter, pipa dan hose saluran udara menuju mesin juga perlu diperiksa. Pastikan seluruh sambungan terpasang dengan baik dan tidak terdapat bagian yang longgar atau kondisi lain yang dapat mengganggu aliran udara.

Hal ini penting karena sistem pemasukan udara merupakan bagian yang mendukung proses pembakaran mesin. Pada kendaraan yang menggunakan turbocharger, kondisi saluran udara dan sistem penyaringan juga perlu mendapat perhatian lebih karena udara yang masuk berhubungan langsung dengan kerja mesin.

Business Solution Director PT Isuzu Astra Motor Indonesia Anjar Rosjadi mengatakan, udara yang membawa debu atau abu vulkanik dapat meningkatkan beban kerja sistem penyaringan udara.

"Udara yang kotor dan membawa debu atau abu vulkanik perlu diantisipasi karena dapat meningkatkan beban kerja sistem penyaringan udara. Filter udara yang sudah kotor perlu diperiksa dan ditangani sesuai prosedur perawatan kendaraan," kata Anjar dalam keterangannya, Selasa (8/9/2026).

Menurut dia, pengguna kendaraan juga perlu memastikan pipa dan hose saluran udara menuju mesin berada dalam kondisi baik dan memiliki tingkat kekencangan yang sesuai.

Perhatian juga perlu diberikan pada kaca kendaraan. Abu vulkanik memiliki sifat abrasif sehingga mengelap kaca yang masih dipenuhi partikel abu dapat meningkatkan risiko munculnya goresan.

Karena itu, jangan langsung menggunakan wiper atau mengelap kaca dalam kondisi kering ketika abu masih menempel. Siram permukaan kaca terlebih dahulu dengan air mengalir hingga partikel abu luruh. Setelah itu, kaca dapat dicuci menggunakan sabun dan air bersih.

Langkah tersebut tidak hanya membantu mencegah goresan pada kaca, melainkan juga menjaga visibilitas pengemudi. Faktor ini menjadi semakin penting bagi kendaraan komersial yang tetap harus beroperasi di tengah kondisi lingkungan yang berdebu atau masih mengandung abu vulkanik.

"Selain komponen mesin, kebersihan kaca kendaraan juga tidak boleh diabaikan karena berkaitan langsung dengan visibilitas pengemudi. Jika kaca terkena abu vulkanik, sebaiknya jangan langsung dibersihkan dengan cara dilap atau menggunakan wiper dalam kondisi kering," ujar Anjar.

Untuk kendaraan yang terpapar abu vulkanik dalam jumlah banyak atau digunakan secara intensif di wilayah terdampak, pemeriksaan lebih menyeluruh di bengkel juga dapat dilakukan. Pemeriksaan terutama perlu mencakup sistem pemasukan udara dan komponen lain yang berpotensi terkena paparan debu serta abu.

Dengan langkah sederhana tersebut, pemilik kendaraan dapat mengurangi risiko gangguan pada sistem pemasukan udara sekaligus menjaga visibilitas saat berkendara. Bagi kendaraan komersial, pemeriksaan setelah terpapar abu menjadi semakin penting karena kondisi kendaraan berkaitan langsung dengan kelancaran aktivitas operasional.