Sorong (ANTARA) - Pemerintah Inggris mendukung upaya konservasi keanekaragaman hayati dan pengembangan mata pencaharian berkelanjutan masyarakat di Papua Barat Daya melalui proyek Darwin Extra Ridge-to-Reef Conservation.
Duta Besar Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey di Sorong, Kamis, mengatakan pendekatan tersebut menghubungkan perlindungan hutan di Tambrauw dengan ekosistem laut Raja Ampat yang memiliki keanekaragaman hayati penting secara global.
“Dari hutan-hutan Tambrauw hingga perairan Raja Ampat, Papua Barat Daya merupakan rumah bagi sebagian keanekaragaman hayati paling luar biasa di dunia,” katanya dalam kunjungannya ke Papua Barat Daya.
Ia mengatakan perlindungan ekosistem darat dan laut memerlukan kepemimpinan lokal yang kuat serta kemitraan antara pemerintah dan masyarakat.
Melalui proyek tersebut, Inggris bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia, Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, Fauna & Flora International (FFI) Indonesia, Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), dan mitra lokal.
Menurut dia, kerja sama diarahkan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan kawasan konservasi, memperluas konservasi berbasis masyarakat, serta mengembangkan mata pencaharian yang berkelanjutan.
Dominic mengatakan perlindungan keanekaragaman hayati dapat berjalan bersamaan dengan penciptaan peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.
Hal tersebut terlihat dari keterlibatan komunitas dalam berbagai kegiatan konservasi dan pengembangan produk lokal, termasuk olahan pangan serta kerajinan tangan.
Ia menegaskan penguatan konservasi juga perlu disertai upaya memobilisasi pendanaan jangka panjang agar perlindungan alam dapat berlangsung secara berkelanjutan.
“Inggris bangga dapat bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia, Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, dan para mitra lokal untuk memperkuat upaya konservasi, mendukung mata pencaharian berkelanjutan, dan memobilisasi pendanaan jangka panjang bagi pelestarian alam,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, Dominic bertemu dengan Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Papua Barat Daya Genman Hasibuan serta komunitas yang terlibat dalam kegiatan konservasi dan mata pencaharian berkelanjutan.
Dia mengatakan, proyek Darwin Extra Ridge-to-Reef Conservation mencakup dua bentang alam dan bentang laut penting di Papua Barat Daya, yakni Pegunungan Tambrauw dan Kepulauan Raja Ampat.
"Pendekatan ridge-to-reef mengintegrasikan pengelolaan ekosistem darat, pesisir, dan laut dengan mempertimbangkan keterkaitan antara kawasan hulu dan ekosistem di wilayah hilir," katanya.
Selain konservasi, kata dia, proyek tersebut mendukung penguatan hak kelola dan kepastian akses masyarakat lokal terhadap sumber daya alam serta pengembangan mata pencaharian yang berkelanjutan.
FFI memimpin pelaksanaan kegiatan di kawasan daratan, sedangkan YKAN memimpin kegiatan di kawasan laut.
Dalam kunjungannya, Dominic juga mendatangi Universitas Muhammadiyah Sorong untuk berdiskusi dengan akademisi dan mahasiswa mengenai perubahan iklim, pembangunan internasional, serta pendidikan dan pertukaran internasional.
"Kita juga mendorong lebih banyak calon pemimpin dari Papua Barat Daya memanfaatkan peluang beasiswa Chevening untuk melanjutkan pendidikan di Inggris," ujarnya.
Kerja sama konservasi tersebut, kata dia, menjadi bagian dari kemitraan strategis Inggris-Indonesia yang diarahkan untuk menerjemahkan komitmen kedua negara di bidang iklim dan pelestarian alam menjadi aksi di tingkat masyarakat.
Pewarta: Yuvensius Lasa Banafanu
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.