Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:16 WIB
VIVA – Indonesia mulai memperkuat langkah untuk mendapatkan dan mengembangkan talenta kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Keahlian di bidang ini dinilai semakin strategis karena AI mulai memengaruhi industri, ekonomi, penelitian, hingga cara pemerintah dan masyarakat menggunakan teknologi.
Baca Juga
Sinyal tersebut semakin kuat setelah Presiden Prabowo Subianto menyebut ahli AI sebagai salah satu kelompok talenta Indonesia yang memiliki potensi besar untuk memberikan kontribusi bagi negara.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Presiden Prabowo Subianto
Photo :
- Biro Pers Sekretariat Presiden
Baca Juga
“Di antara mereka terdapat ilmuwan yang hebat-hebat, dokter, insinyur, ahli kecerdasan buatan, peneliti, pengusaha, seniman, atlet, terutama pemain bola, profesional kelas dunia," kata Prabowo dalam Sidang Paripurna DPR RI dengan agenda penyampaian RAPBN 2027 dan Nota Keuangan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan ketika Prabowo menjelaskan rencana pemerintah membuka kewarganegaraan ganda secara terbatas bagi talenta istimewa Indonesia yang dinilai dapat memberikan sumbangan luar biasa bagi kepentingan nasional.
Baca Juga
Talenta AI Diaspora Mulai Dilihat sebagai Aset Strategis
Indonesia memiliki diaspora yang bekerja dan menetap di berbagai negara. Di antara mereka terdapat profesional yang telah memperoleh pengalaman di perusahaan teknologi, universitas, pusat penelitian, dan industri global.
Prabowo menilai sebagian diaspora mengambil kewarganegaraan negara lain karena kebutuhan karier, keluarga, atau pengabdian profesional di luar negeri.
Dalam konteks tersebut, pemerintah ingin membuka ruang agar talenta terbaik Indonesia tetap dapat memiliki hubungan kuat dengan tanah air tanpa harus mengorbankan kesempatan mereka berkarier di tingkat global.
Namun, rencana tersebut masih berupa usulan kebijakan. Pemerintah menyatakan skema kewarganegaraan ganda akan dibuat selektif dan terukur, termasuk melalui uji integritas, kewajiban yang jelas, serta perlindungan terhadap keamanan dan kepentingan negara.
Indonesia Sebenarnya Sudah Mulai Membangun Ekosistem Talenta AI
Upaya mencari talenta AI bukan sesuatu yang baru dimulai setelah pernyataan Prabowo.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kementerian Komunikasi dan Digital telah meluncurkan AI Talent Factory (AITF) pada Desember 2025. Program tersebut dirancang sebagai ekosistem pembelajaran intensif yang menggunakan kebutuhan nyata industri dan sektor publik sebagai dasar pengembangan kemampuan peserta.
Tujuannya bukan sekadar menghasilkan pengguna AI, tetapi mencetak talenta yang mampu mengembangkan, menerapkan, dan menciptakan solusi berbasis AI.
Halaman Selanjutnya
Pada Juli 2026, Kemkomdigi juga mulai menghubungkan AI Talent Factory dengan AI Talent Pool BUMN. Langkah tersebut membuka jalur agar lulusan program pengembangan talenta dapat terlibat dalam proyek AI di perusahaan BUMN. .