Indonesia Jajaki Bangun Pabrik Pupuk Urea di Rusia

2026/09/04

Jum'at, 04 September 2026, 22:20 WIB

Warta Ekonomi, Jakarta -

Indonesia melakukan penjajakan dengan Rusia untuk mengembangkan pabrik pupuk urea di Vladivostok, Rusia. Investasi itu nantinya akan dilakukan oleh BUMN PT Pupuk Indonesia (Persero). 

Hal ini diungkapkan oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, usai mendampingi Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin. 

"Pada intinya, kami bersama-sama dengan Dirut Pupuk Indonesia baru saja menandatangani joint study untuk melihat potensi dari Pupuk Indonesia berinvestasi di Vladivostok ini untuk pupuk urea," ujar Rosan dalam siaran pers resmi Sekretariat Presiden, Jumat (4/9/2026).

Menurut Rosan, peningkatan kinerja dan efisiensi Pupuk Indonesia membuka peluang bagi perusahaan tersebut untuk memperluas investasi di luar negeri. Kerja sama dengan pihak Rusia diharapkan sekaligus dapat memperkuat ketahanan bahan dan industri nasional.

Ia pun mengklaim kinerja dari Pupuk Indonesia terus meningkat dan semakin efisien. Sehingga dinilai memiliki potensi yang sangat besar untuk berinvestasi di Vladivostok.

 "Diharapkan ini menjadi salah satu langkah strategis yang bisa memperkuat juga dari sektor ketahanan bahan kita dan juga ketahanan industri kita," imbuh dia.

Baca Juga: Danantara Protes Setor Rp120 Triliun, Purbaya: Itu Perintah Presiden

Baca Juga: Tagih Janji Rosan, Purbaya Targetkan Dividen Danantara Masuk ke APBN Tahun Ini

Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi menambahkan, penandatanganan nota kesepahaman untuk studi bersama tersebut sejalan dengan arahan Danantara agar Pupuk Indonesia makin berperan dalam memperkuat ketahanan nasional sekaligus memperluas ekspansi global. 

Posisi Vladivostok yang menghadap kawasan Pasifik dinilai strategis karena kawasan tersebut selama ini menjadi salah satu pasar utama Pupuk Indonesia.

"Ini menjadi menarik karena Vladivostok adalah menghadap ke Pasifik, pasar yang selama ini memang menjadi pasar utama Pupuk Indonesia," kata Rahmad.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Editor: Dian Ihsan