Jakarta -
International Esports Federation (IESF) telah mengumumkan bahwa Indonesia akan kembali menjadi tuan rumah gelaran World Esports Championship (WEC) 2026. Acaranya akan dimulai pada akhir tahun ini.
Itu berarti ini menjadi kali ketiga WEC diselenggarakan di Tanah Air, setelah sebelum sudah pernah dilaksanakan di Ancol pada 2016 dan di Bali pada 2022. Sementara untuk tahun ini, belum diketahui secara pasti di mana lokasi yang akan dipilih.
"WEC26 | 15-20 Desember 2026. The world is coming. Are you ready?," tulis IESF, dikutip detikINET dari media sosial resminya, Kamis (24/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari postingan mereka di media sosial, sejumlah game yang akan dipertandingkan ialah Conter-Strike 2, Dota 2, eFootball, Mobile Legends, dan PUBG Mobile. Namun masih menjadi tanda tanya besar, apakah memang hanya itu game yang ditawarkan atau nantinya akan bertambah seiring berjalannya waktu.
"Kami berterima kasih kepada Keluarga Esports Indonesia atas dedikasi dan dukungan berkelanjutan mereka terhadap Esports. Bersama-sama kita telah membuat sejarah, menyelenggarakan acara esports terbesar di pantai, di Bali 2022, dan sekarang kami yakin bahwa bersama-sama kita akan memberikan pengalaman dan kondisi terbaik bagi semua atlet yang telah lolos kualifikasi untuk acara ini," kata Vlad Marinescu, Presiden IESF.
Indonesia berhasil menjadi juara umum terakhir kali menjadi tuan rumah. Pada ajang bergengsi IESF 14th WEC 2022 yang hadir di Bali, Sang Garuda meraih tiga emas dan satu perunggu.
"Indonesia menyabet tiga emas dari DOTA 2, eFootball, dan MLBB. Selain itu, Timnas CS:GO Women memboyong sebuah medali perunggu untuk Indonesia. Timnas Merah Putih menunjukkan performa luar biasa di Indonesia Esports Summit 2022 menghadapi 105 negara dan total hampir 700 atlet," kata Ketua Harian Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI), Bambang Sunarwibowo (12/12/2022).
Lantas, apakah Indonesia akan kembali mengulang prestasi ciamik di kandang sendiri? Patut dinantikan sepak terjang timnas melawan seluruh partisipan dari lebih 150 negara ini.
(hps/fay)
TAGS
LIHAT LAINNYA