"Indomilk Bakepreneur Roadshow" kumpulkan pemilik bakery di Semarang
Jumat, 17 Juli 2026 11:53 WIB
Chef Kim Pangestu selaku Guest Pastry Chef mempraktikkan proses pembuatan dan penyajian pada "Indomilk Bakepreneur Roadshow", di Semarang, Kamis (17/7/2026). (ANTARA/Zuhdiar Laeis)
Semarang (ANTARA) - Puluhan pemilik bakery di Semarang dan sekitarnya berkumpul pada ajang "Indomilk Bakepreneur Roadshow" bertajuk "The Art of Curated Bite-Sized Pastries x Coffee Pairing" untuk mengeksplorasi peluang inovasi menu yang mampu menjawab perubahan.
Trade Marketing Food Service Manager PT Indolakto Prita Utami Maheswari, di Semarang, Kamis, menyebutkan setidaknya lebih dari 50 merek bakery yang diundang dalam ajang tersebut.
“Kami mengajak para 'bakepreneur', barista, dan pelaku usaha FnB di Semarang dan kota-kota berikutnya, untuk mengeksplorasi inspirasi menu global bercita rasa lokal, sekaligus mendorong kolaborasi dan inovasi guna memperkuat daya saing industri FnB Indonesia," katanya.
Kegiatan itu adalah sebuah program edukasi dan pengembangan bisnis yang dirancang untuk membantu chef, baker, pelaku hotel, kafe, dan usaha kuliner mengeksplorasi peluang inovasi menu yang mampu menjawab perubahan preferensi konsumen, sekaligus turut mendukung pertumbuhan bisnis.
"Bagaimana kita mau 'riding on coffee culture". Jadi, sebagai produk bakery yang bisa mendampingi kopi ya. Itu satu. Yang kedua, bagaimana kopi dan menu kita kreasikan dengan kearifan lokal ya, dengan dengan kuliner dari lokal," katanya.
Ia mengenalkan kombinasi produk esensial dari Indomilk FnB Solutions, seperti Australian Butter Baking, Indomilk Good Milk UHT, dan Indomilk Susu Bubuk Full Cream yang kini menjadi andalan para pengusaha bakery.
"Rangkaian produk lokal berkualitas tinggi ini hadir sebagai solusi taktis untuk memastikan stabilitas adonan dan menjaga konsistensi rasa premium, sekaligus mengamankan efisiensi biaya produksi bagi para mitra kami," katanya.
General Manager Cold Chain PT Indolakto Adryan Widodo mengatakan bahwa aktivitas ngopi telah menjelma
menjadi kebutuhan emosional, sekaligus penopang produktivitas yang sulit ditinggalkan.
"Sinergi antara sajian makanan berkualitas dan kebiasaan minum kopi masyarakat merupakan peluang emas yang harus ditangkap secara jeli oleh para pemilik bisnis," katanya.
Sejalan dengan pergeseran gaya hidup yang dinamis, kehadiran "curated bite-sized pastry" atau mini pastry terkurasi menjadi pelengkap ideal untuk menyempurnakan ritual minum kopi.
Kreasi menu pendamping yang estetik, kata dia, tidak hanya memberikan pengalaman rasa yang premium bagi konsumen, tetapi juga membuka celah baru dalam menciptakan strategi mendongkrak omzet bisnis pelaku usaha hotel, restoran dan kafe.
Sementara itu, Chef Kim Pangestu selaku Guest Pastry Chef mengatakan bahwa tantangan terbesar para chef dan
pemilik usaha kuliner hari ini adalah bagaimana menjaga roda bisnis tetap sehat dan menguntungkan saat harga bahan baku terus melonjak naik.
"Melalui roadshow yang diadakan
oleh Indomilk FnB Solutions ini, saya ingin menantang kemampuan dan kreativitas rekan-rekan chef di Indonesia," katanya.
Yakni, bagaimana menciptakan diferensiasi menu yang unik, sekaligus mengoptimalkan efisiensi biaya melalui pemanfaatan produk berkualitas tinggi tanpa harus bergantung pada bahan baku impor.
Rangkaian "Indomilk Bakepreneur Roadshow" diawali di Kota Bandung, berlanjut ke Bali, dan sekarang di
Semarang, tepatnya di Hotel Aruss Semarang.
Setelah ini, "Indomilk Bakepreneur Roadshow "The Art of Curated Bite-Sized Pastries x Coffee Pairing" bersiap melanjutkan perjalanannya ke
Medan dan Surabaya.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.