Ilmuwan Akhirnya Temukan Planet ‘Bumi Kedua’ yang Layak Huni

2026/07/18

Jakarta -

Ini mungkin pencapaian terdekat dalam menemukan planet yang dapat mendukung kehidupan. Astronom mendeteksi sebuah atmosfer di sekitar planet berbatu mirip Bumi yang mengorbit di zona layak huni bintangnya, sebuah penemuan monumental.

Planet berbatu yang diberi nama LHS 1140 b ini berjarak 48 tahun cahaya dari Bumi. Menurut penelitian baru ini, planet tersebut memiliki atmosfer yang mengandung helium. Ini juga merupakan planet berbatu pertama yang atmosfernya berhasil dideteksi secara langsung.

Lebih dari itu, ini adalah planet berbatu pertama yang ditemukan memiliki atmosfer sekaligus di zona layak huni. Berarti jaraknya dari bintang pas sehingga air berpotensi menggenang. Seiring upaya mencari planet layak huni, planet ini memenuhi lebih banyak kriteria dibanding hampir semua planet yang pernah ditemukan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami benar-benar mendeteksi langsung helium di atmosfer itu dan ini adalah deteksi langsung pertama untuk eksoplanet berbatu mana pun. Lalu ada bonus tambahan ia di zona layak huni, yang sangat menggembirakan bagi astrobiologi, studi kelayakan huni, dan pencarian kehidupan," ujar penulis utama penelitian, Collin Cherubim, yang baru-baru ini meraih Ph.D. dari Harvard.

Eksoplanet ini atau planet di luar tata surya, pertama kali ditemukan tahun 2017 oleh tim yang dipimpin oleh astronom Jason Dittmann, yang kini menjadi rekan penulis pada penemuan baru ini. "Planet ini ditemukan sekitar 10 tahun yang lalu, dan baru sekarang kita bisa mengatakan, 'oke, itu adalah sebuah atmosfer'," kata Dittman.

Meskipun mengorbit bintang katai merah yang lebih kecil dan lebih dingin dari Matahari, planet ini mengorbit lebih dekat ke bintangnya, sehingga suhunya terjaga di zona Goldilocks, zona di mana air berwujud cair dapat eksis di permukaannya.

Apakah planet ini mirip Bumi? Meski bukan salinan identik Bumi, planet ini dapat dianggap mirip Bumi dalam dua hal utama. Pertama, komposisi keseluruhannya. Planet ini berbatu, kemungkinan punya inti besi dan memiliki atmosfer. Kedua, suhunya sangat pas untuk menopang air cair, elemen yang esensial bagi kehidupan.

Menemukan Atmosfer

Penemuan eksoplanet pertama dikonfirmasi lebih dari 30 tahun lalu. Sejak itu, ilmuwan menemukan lebih dari 6.000 eksoplanet dan terus bertambah. Meski beberapa planet berbatu ditemukan di zona layak huni, baru kali ini ada sebuah atmosfer yang berhasil dikonfirmasi mengelilingi planet berbatu di zona layak huni.

Salah satu alasan mengapa ilmuwan kesulitan menemukan planet dengan atmosfer semacam itu adalah karena bintangnya. LHS 1140 b mengorbit jenis bintang paling umum, yaitu katai merah. Ukurannya sekitar sepertiga dari Matahari. Jenis bintang ini aktif jauh lebih lama daripada bintang seperti Matahari.

Bintang tersebut melepaskan semburan radiasi ekstrem seperti jilatan api matahari dan lontaran massa korona. Biasanya, radiasi ekstrem ini mengikis habis atmosfer planet yang mengorbitnya, sehingga astronom sempat ragu apakah planet yang mengorbit bintang-bintang ini bisa memiliki atmosfer.

"Penemuan ini adalah hal besar karena menunjukkan bahwa setidaknya planet berbatu yang satu ini mempertahankan atmosfernya selama miliaran tahun," kata Cherubim, dikutip detikINET dari Live Science.

Ketika melihat sebuah planet yang berbatu, memiliki atmosfer, dan berada di zona layak huni, pertanyaan tentang kehidupan alien tentu muncul, tapi belum ada cukup data untuk membuat dugaan tersebut.

(fyk/fay)

TAGS

LIHAT LAINNYA