Ikatan Pelajar Mahasiswa Kotim gelar makrab sambut mahasiswa baru di Palangka Raya
Senin, 5 Oktober 2026 07:10 WIB
IPMK sambut mahasiswa baru asal Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah melalui kegiatan malam keakraban (makrab) yang digelar di Anjungan Betang Kotim, Palangka Raya (3/10/2026). (ANTARA/Dokumentasi Pribadi)
Palangka Raya (ANTARA) - Ikatan Pelajar Mahasiswa Kotawaringin Timur (IPMK) Palangka Raya menyambut mahasiswa baru asal Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah melalui kegiatan malam keakraban (makrab) yang digelar di Anjungan Betang Kotim, Palangka Raya.
Ketua Umum IPMK Palangka Raya Muhammad Sya’ban mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum memperkenalkan organisasi sekaligus membangun rasa kekeluargaan di antara mahasiswa asal Kotim yang menempuh pendidikan di Palangka Raya.
“Selamat datang di lingkungan baru. Dan yang paling penting, selamat datang di keluarga besar IPMK Palangka Raya,” kata Sya’ban saat membuka makrab, Sabtu.
Ia mengatakan IPMK Palangka Raya tidak hanya menjadi wadah berkegiatan, tetapi juga ruang bagi mahasiswa berhimpun, berdiskusi, membangun jaringan serta saling membantu selama menjalani kehidupan di perantauan.
Menurut dia, mahasiswa asal Kotim yang berada di Palangka Raya perlu membangun rasa kebersamaan dan tidak berjalan sendiri-sendiri.
“Kita semua datang dari daerah yang sama, Kotim. Karena itu, jangan sampai ketika berada di Palangka Raya kita berjalan sendiri-sendiri. Kita harus saling mengenal, saling membantu dan saling menguatkan,” ujarnya.
Baca juga: Kendaraan khusus dioperasikan bantu penuhi air minum kafilah MTQ Kotim
Sya’ban juga mendorong mahasiswa asal Kotim memiliki kepedulian terhadap perkembangan daerah. Ia berharap mahasiswa tidak hanya menjadi penonton terhadap berbagai persoalan yang terjadi di Kotim, tetapi ikut mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing.
“Kita harus punya kepedulian terhadap Kotawaringin Timur. Kita harus tahu apa yang sedang terjadi dan bagaimana mahasiswa bisa mengambil bagian,” tegasnya.
Sementara itu, Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah Hendri Hanafi yang membuka kegiatan tersebut mengatakan Kotim memiliki potensi besar dan terus melahirkan generasi muda yang tangguh.
“Kotim terus melahirkan orang-orang hebat, tangguh, dan luar biasa. Saya belajar dari salah satu atasan saya yang beberapa waktu lalu menjadi Kajati, Pak Agus Sahat. Beliau adalah orang Sampit,” kata Hendri.
Ia menyebutkan Kotim memiliki beragam potensi sumber daya, mulai dari sektor pertambangan hingga perkebunan kelapa sawit. Potensi tersebut, kata dia, harus dapat dimanfaatkan secara bijak oleh generasi muda untuk mendorong kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.
Hendri juga mendorong mahasiswa asal Kotim mempersiapkan diri menjadi calon pemimpin yang mampu memberikan kontribusi bagi daerah, Palangka Raya, maupun Kalimantan Tengah.
“Adik-adik semua harus menjadi motor penggerak, orang-orang yang mampu menjadi pemimpin-pemimpin terbaik dan memanfaatkan kekayaan Kotim untuk kemajuan dan kesejahteraan,” ujarnya.
Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak menyia-nyiakan kesempatan memperoleh pendidikan di perguruan tinggi. Menurutnya, pendidikan menjadi salah satu modal penting dalam mempersiapkan diri menghadapi masa depan.
“Kalau kesempatan yang Tuhan berikan ini tidak mampu dimanfaatkan dan tidak mau mempersiapkan diri, maka siap-siap menjadi penonton di negeri sendiri,” katanya.
Makrab IPMK Palangka Raya berlangsung selama dua hari, 3–4 Oktober 2026, dan diikuti mahasiswa baru asal Kotim yang sedang menempuh pendidikan di Palangka Raya.
Kegiatan tersebut diisi dengan berbagai agenda, di antaranya berbagi pengalaman mengenai perkuliahan, pengenalan daerah Kotim, serta pengenalan sejarah IPMK Palangka Raya.
Para peserta juga menginap di Anjungan Betang Kotim. Selain mempererat keakraban, panitia menyiapkan permainan dan hadiah sebagai bagian dari rangkaian kegiatan untuk membangun kebersamaan antarmahasiswa baru.
Pewarta : Muhammad Arif Hidayat
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.