Ikatan Guru TK se-Indonesia Temui Dasco, Minta Diangkat Jadi PPPK

2026/07/30

Kamis, 30 Juli 2026 - 13:34 WIB

Jakarta, VIVA – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menerima audiensi dari Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia-Persatuan Guru Republik Indonesia (IGTKI-PGRI).

Baca Juga

Audiensi digelar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat pada Kamis, 30 Juli 2026. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Audiensi itu dihadiri oleh Ketua Umum Pengurus Pusat IGTKI-PGRI Eka Putri Handayani beserta jajarannya, bersama Anggota Komisi VI DPR RI Kawendra Lukistian. Eka mengatakan bahwa IGTKI memiliki sekitar 350 ribu anggota yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Baca Juga

"Alhamdulillah, kami sudah diterima dengan baik oleh Wakil Ketua DPR, Bapak Dasco. Tentunya kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak yang sudah mau menerima kami dengan baik," kata Eka usai audiensi.

Eka menjelaskan, ada sejumlah aspirasi yang disampaikan kepada Dasco terkait kondisi kesejahteraan para guru taman kanak-kanak (TK). Di antaranya adalah persoalan mayoritas guru TK yang masih berstatus honorer karena sebagian besarnya di bawah naungan TK swasta.

Baca Juga

Dia menuturkan, para guru TK itu berharap agar bisa diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Selain itu, dia berharap agar program inpassing bisa merata untuk seluruh guru TK di Indonesia.

"Kami IGTKI PGRI mendukung semua program pemerintah, khususnya juga yang kaitannya dengan taman kanak-kanak adalah Wajib Belajar 13 Tahun dapat dicanangkan mulai dari taman kanak-kanak, yaitu TK B," tutur dia.

Sementara itu, Dewan Kehormatan IGTKI Suhendri mengatakan pihaknya mendorong agar DPR juga segera menyelesaikan Rancangan Undang-Undang (RUU) Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas).

Pasalnya, dia mengatakan bahwa advokasi terkait pendidikan sangat diperlukan di daerah agar anak-anak Indonesia bisa mendapat pendidikan layak untuk mencapai Indonesia Emas 2045.

Selain itu, dia juga mendorong agar adanya peningkatan kompetensi guru, baik formal maupun nonformal secara lebih luas, khususnya untuk guru-guru di daerah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebab selama ini, masih banyak guru di TK yang memiliki kualifikasi formal hanya tamat SMA atau SMK.

"Memang sudah ada program pemerintah untuk peningkatan kompetensi melalui jalur S1, tapi kalau bisa dicanangkan lebih luas juga akan lebih baik," kata Suhendri.

Halaman Selanjutnya

Di sisi lain, dia juga menyampaikan masih banyak sekolah atau TK yang belum mendapatkan program akreditasi.