IHSG Berpeluang Naik Awal Pekan, Analis Jagokan Saham AMMN, BUMI hingga INKP - Bursa Katadata.co.id

2026/10/11

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan naik pada perdagangan awal pekan, Senin (12/10). Analis pun melihat sejumlah saham yang menarik untuk dicermati investor.

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan, IHSG masih berpeluang naik karena secara teknikal didominasi bullish, seiring keberhasilan pergerakan IHSG mengalami rebound dari level support terdekat.

“Indikator Stochastics KD dan RSI masih menunjukkan sinyal positif, meskipun volume perdagangan mulai menurun,” kata Nafan dalam keterangannya dikutip pada Senin (12/10).

Adapun level support berada di 5.973 dan 5.851 sementara resistance berada di level 6.180 dan 6.267.

Support adalah area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena peningkatan pembelian.

Sementara resistance adalah tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar sehingga laju kenaikan harga tertahan.

Menurut Nafan, sentimen yang menyongsong IHSG hari ini ditopang oleh beberapa indikator fundamental dalam negeri serta sentimen negatif dari global yang mulai mereda.

Investor global saat ini menyoroti bahwa kekhawatiran geopolitik di kawasan Timur Tengah mulai mereda setelah muncul pernyataan Presiden AS Donald Trump bahwa AS tidak akan menyerang Iran sebelum pemilu paruh waktu mulai 3 November 2026. 

Hal ini membuat harga minyak mentah Brent melandai 0,29% pada US$ 104,42 per barel. Alhasil harga energi turun sehingga berpotensi mengurangi tekanan inflasi dan memberikan ruang bagi The Fed untuk mempertahankan kebijakan moneter yang lebih akomodatif pada 28 Oktober 2026 mendatang dengan probabilitas suku bunga tetap sebesar 82,3%.

Nafan menjelaskan, dampaknya ke pasar saham Indonesia relatif positif jika harga minyak terus melandai dan saham global terus menguat. Tak hanya itu, rupiah pun cenderung stabil, dengan terapresiasi 0,09% di level Rp 17.899 per dolar AS, sehingga memberikan ruang stabilitas bagi sektor perbankan jumbo dan industri berbasis impor. 

Nafan merekomendasikan saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) dengan target harga ke level 4.570, 4.640 dan 6.500, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dengan target harga ke level 186, 192 dan 248 serta PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dengan target ke level 1.730, 1.790 dan 1.880. 

Sementara itu, analis BinaArtha Sekuritas Ivan Rosanova memandang IHSG telah menembus di bawah level 6.019 hari Jumat lalu, hal itu sebagai sinyal adanya kemungkinan untuk melanjutkan tren turun sedikitnya ke 5.942 atau sekaligus menguji support Fibonacci di 5.850. 

Menurutnya hal ini sangat mungkin terjadi, kecuali IHSG naik di atas level 6.179. Level support IHSG berada di 5.942, 5.850, 5.768 dan 5.607, sementara level resisten berada di 6.261, 6.423 dan 6.552. Indikator MACD menunjukkan kondisi netral.

Ivan merekomendasikan saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan PT Indah Kiat Pulp Paper Tbk (INKP).

Penafian:

Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Artikel ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.