Selasa, 01 September 2026, 18:40 WIB
Warta Ekonomi, Jakarta -
Penulis ternama asal Mojokerto, Hasyim Muhammad, mengusulkan agar pemilihan presiden (Pilpres) menggunakan sistem AHWA (Ahlul Halli wal Aqdi) yang pernah diterapkan dalam Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang pada Agustus 2026.
Saat ini, Pilpres menggunakan sistem pemilihan langsung oleh rakyat. Sementara itu, AHWA merupakan sistem perwakilan atau musyawarah tertutup oleh sekelompok tokoh pilihan.
"Mungkinkah di Pilpres kita meniru sistem pemilihan AHWA seperti di Muktamar NU?" tuisnya di akun X pribadinya, dikutip Seasa (1/9).
Ia memberi contoh, misalnya di kertas suara Pilpres terdapat 10–20 nama politisi yang dianggap layak dan dicalonkan oleh DPR. Pemilih di Tempat Pemungutan Suara (TPS) kemudian boleh mencoblos 4 nama. Dua nama dengan suara tertinggi akan terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden.
"Saya rasa ini bisa mengurangi money politics dan menghilangkan polarisasi," ujar Hasyim.
Hasyim menegaskan, yang ia maksud adalah meniru sistem pemilihan AHWA, bukan sistem memilih Ketua Umum oleh AHWA. Dalam usulannya, rakyat tetap memilih langsung, hanya saja dengan beberapa nama sekaligus.
Sebagai ilustrasi, ia menyebutkan jika ada 10 nama di kertas suara Pilpres 2029, setiap pemilih diwajibkan memilih 4 nama:
1. Prabowo Subianto
2. Gibran Rakabuming Raka
3. Dedi Mulyadi
4. Anies Baswedan
5. Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)
6. Ganjar Pranowo
7. Mahfud MD
8. Puan Maharani
9. Sherly Tjoanda Laos
10. Pramono Anung
Baca Juga: Posisi Prabowo Disorot: Pinggirkan Gibran atau Hidup Jokowi?
Dengan sistem ini, menurut Hasyim, akan muncul nama-nama yang mungkin tidak memiliki basis fanatisme besar, tetapi juga tidak banyak penolakan.
Sebagai contoh, pemilih Prabowo–Gibran mungkin tidak memilih Anies–Ganjar, begitu juga sebaliknya. Namun, mereka bisa menempatkan AHY atau Sherly sebagai pilihan ketiga dan keempat. Dengan begitu, suara AHY dan Sherly berpotensi lebih tinggi dibandingkan Prabowo maupun Anies.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya