Lukman Nur Hakim Akurat.co
| 8 September 2026, 17:12 WIB

Direktur Utama IBC, Aditya Farhan Arif dalam acara BIG Strategic Forum 2026: Accelerating Growth Through Clean Energy & Industrial Transformation - AKURAT.CO/Lukman Nur Hakim
AKURAT.CO PT Industri Baterai Indonesia atau Indonesia Battery Corporation (IBC) akan memasang solar photovoltaic (PV) di pabrik baterainya di Karawang pada 2027.
Direktur Utama IBC, Aditya Farhan Arif mengatakan, tantangan utama pengembangan industri baterai di Indonesia saat ini adalah kebutuhan energi dalam rantai nilai yang masih banyak dipenuhi bahan bakar fosil.
Kondisi tersebut menjadi tantangan ketika produk baterai ditujukan untuk memenuhi permintaan pasar global terhadap industri dengan tingkat emisi rendah.
Baca Juga: IBC dan Pertamina Sinergi Kembangkan Ekosistem Industri Baterai Nasional
Aditya menjelaskan, tingkat emisi produk perlu dilihat melalui konsep life cycle assessment (LCA), yakni pengukuran emisi karbon sepanjang siklus hidup produk, mulai dari hulu, proses pengolahan, hilir, penggunaan hingga proses daur ulang.
“Nah kalau kita lihat dari proses end-to-end tersebut, sebetulnya ada opportunity bagi kita untuk mereduksi emisi tersebut, tidak hanya dari satu titik, tapi bisa dari titik-titik yang lebih visible untuk kita lakukan reduksi karbon,” kata Aditya dalam BIG Strategic Forum 2026: Accelerating Growth Through Clean Energy & Industrial Transformation, Selasa (8/9/2026).
IBC menilai ruang pengurangan emisi lebih besar terdapat pada fasilitas pengolahan material dan manufaktur baterai.
Berbeda dengan sektor hulu yang membutuhkan pasokan energi dalam jumlah besar sebagai baseload, fasilitas midstream dan manufaktur dinilai lebih mudah mengadopsi energi bersih.
Tapi di dalam midstream processing dan juga di manufaktur seperti line bisnisnya IBC itu akan menjadi lebih mudah. Jadi di pabrik baterai kami yang di Karawang. Kemudian nanti akan kami install solar PV di tahun 2027,” ujar Aditya.
Selain pemasangan solar PV di pabrik baterai Karawang, IBC juga menyiapkan penggunaan energi yang lebih bersih pada fasilitas material baterai di sisi midstream. Salah satu sumber energi yang saat ini menjadi kandidat adalah gas.
Baca Juga: Bahas Tax Holiday Untuk CATL dan IBC, Kementerian ESDM Sambangi DJP
“Kemudian di pabrik material baterai IBC di midstreamnya kami pasang energi yang bersih. Saat ini kandidatnya adalah gas. Jadi harapannya nanti itu bisa membantu menurunkan emisi,” tutur Aditya.